Mengenal Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

Daftar Isi

“Saat ini, istilah probiotik dan prebiotik sudah semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai klaim manfaat kesehatannya, terutama bagi kesehatan pencernaan, sudah mulai diketahui masyarakat secara luas. Walau keduanya memberikan manfaat bagi kesehatan, cukup banyak orang yang seringkali keliru dalam membedakan mana probiotik dan mana prebiotik. Belum lagi, belakangan ini muncul juga istilah sinbiotik yang mulai banyak digunakan.”

Yuk kita simak penjelasan mengenai ketiganya.

Pengertian probiotik

Istilah probiotik berasal dari bahasa Latin pro (mendukung) serta bahasa Yunani bios (kehidupan). Bila bila digabungkan, artinya menjadi “untuk kehidupan”. Berdasarkan definisi terbaru menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah cukup akan memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya, termasuk bagi manusia.

Probiotik yang sering digunakan biasanya bakteri yang berasal dari keluarga Lactobacillus dan Bifidobacteria, disamping bakteri jenis Lactococcus, Streptococcus, Enterococcus dan Bacillus. Ragi dari keluarga Saccaromyches juga umum dimanfaatkan pada beberapa produk probiotik, yang biasanya disajikan dalam bentuk kapsul atau bubuk.

Probiotik umumnya ditemukan di produk fermentasi susu dan produk olahannya, seperti yogurt, kefir serta beberapa jenis keju. Beberapa makanan fermentasi seperti tempe, kimchi, miso, sauerkraut, serta acar sayuran fermentasi lainnya juga terdapat probiotik di dalamnya.

Bagaimana cara kerja probiotik di dalam tubuh?

Probiotik memproduksi senyawa antimikrobial yang dapat membantu melawan bakteri penyebab penyakit. Probiotik bersaing dengan bakteri tersebut untuk dapat melekat pada dinding usus dan memperoleh zat-zat gizi.

Fungsi lainnya, “bakteri baik” ini dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan menghambat produksi racun oleh patogen atau bakteri jahat. Berdasarkan hasil penelitian, manfaat kesehatan yang diberikan oleh probiotik yaitu antara lain:  

  1. Mengatasi diare dan konstipasi
  2. Membantu meredakan kembung yang dialami penderita intoleransi laktosa
  3. Membantu menjaga kesehatan mulut dengan menstabilkan mikrobiota di mulut dan menurunkan bakteri penyebab karies gigi
  4. Berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan cara menurunkan total kolesteroL dan LDL, serta tekanan darah pada penderita hipertensi
  5. Menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA), yang merupakan hasil fermentasi karbohidrat, sehingga membantu mengontrol nafsu makan
  6. Menjaga keseimbangan mikrobiota di vagina dan mencegah infeksi saluran kemih

Pengertian dan manfaat prebiotik

Selanjutnya, prebiotik didefinisikan oleh FAO/WHO sebagai komponen makanan yang tidak dapat dicerna namun memberikan manfaat kesehatan bagi inang melalui modifikasi mikrobiota usus.

Prebiotik bekerja secara spesifik, dimana jenis prebiotik berbeda akan memicu pertumbuhan jenis mikrobiota yang berbeda pula. Prebiotik secara selektif hanya merangsang pertumbuhan bakteri baik atau probiotik di usus saja, dan tetap stabil walau melalui berbagai proses pengolahan makanan. Secara alami, komponen ini ditemukan di beberapa jenis makanan sumber karbohidrat, misalnya asparagus, sayuran hijau, tomat, pisang, madu, bawang putih, bawang bombay,  gandum, oat, berries, bayam, dan kentang.

Sementara itu, prebiotik buatan yang sering digunakan antara lain fruktooligosakarida (FOS) dan galaktooligosakarida (GOS). Berdasarkan hasil penelitian, beberapa manfaat prebiotik bagi kesehatan yaitu antara lain:

  1. Meredakan konstipasi serta gejala intoleransi laktosa
  2. Meredakan gejala tukak lambung dan menjaga keseimbangan pH usus
  3. Menurunkan risiko terkena kanker kolon
  4. Menstimulasi kerja sistem imun
  5. Membantu menurunkan kolesterol LDL
  6. Berperan dalam mencegah osteoporosis dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dan magnesium
  7. Mendukung perawatan karies gigi

Akan tetapi, perlu diingat bahwa konsumsi prebiotik secara berlebihan dapat menimbulkan gejala kembung dan diare. Oleh karena itu, penggunaannya harus diperhatikan ya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan sinbiotik?

Sinbiotik merupakan kombinasi dari probiotik dan prebiotik sekaligus. Karena istilah sinbiotik mengimplikasikan sinergi, maka yang dimaksud dari sinbiotik yaitu produk yang mengandung prebiotik yang secara spesifik mendukung pertumbuhan dari probiotiknya. Jadi pada dasarnya penggunaan sinbiotik adalah untuk meningkatkan daya tahan probiotik ketika berada di dalam organ pencernaan manusia. 

Sinbiotik dapat ditambahkan pada bahan makanan atau dikonsumsi dalam bentuk suplemen, dengan kombinasi yang paling sering digunakan yaitu bakteri Bifidobacteriumdan Lactobacillus dikombinasikan dengan prebiotik FOS.

Nah, berdasarkan ulasan di atas, kita paham bahwa probiotik, prebiotik maupun sinbiotik memiliki efek kesehatan bagi manusia, tentu bila dikonsumsi dalam jumlah cukup. Untuk memperoleh manfaat  tersebut, maka asupan makanan sumber probiotik dan prebiotik dapat ditambahkan dalam pola makan sehari-hari dengan tetap mengacu pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS).

Daftar Istilah

gangguan pencernaan yang terjadi akibat ketidakmampuan tubuh untuk mencerna karbohidrat jenis laktosa.
biasa dikenal dengan istilah “kolesterol jahat”, LDL merupakan molekul gabungan antara lemak dan protein yang berfungsi untuk mengangkut kolesterol dalam tubuh.
kumpulan mikroorganisme yang hidup dalam tubuh inang.
makhluk hidup yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati dengan bantuan mikroskop.

Sumber:

  • Cao, S., Ryan, Paul M., Salehisahlabadi, A., Abdulazeem, Hebatullah M., Karam, G., Černevičiūtė, R. Antuševas, A., Rahmani, J., Zhang, Y. (2020). Effect of probiotic and synbiotic formulations on anthropometrics and adiponectin in overweight and obese participants: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of King Saud University – Science 32(2), 1738-1748
  • Chugha, P., Dutta, R., Sharmab, A., Bhagatb, N., Dhara, Mahesh S. (2020). A critical appraisal of the effects of probiotics on oral health. Journal of Functional Foods 70, 103985, 1-10
  • Kumar, M., Nagpal, R., Hemalatha, R., Yadav, H., Marotta, F. (2016). Probiotics and Prebiotics for Promoting Health: Through Gut Microbiota. In Watson, Ronald R. & Preedy, Victor R (Eds), Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics: Bioactive Foods in Health Promotion (pp. 75-85). Massachussets: Academic Press
  • Kumari, R., Singh, A., Yadav, Ajar N., Mishra, S., Sachan, A., Sachan, Shashwati G. (2020). Probiotics, prebiotics, and synbiotics: Current status and future uses for human health. In Rastegari, Ali A., Yadav, Ajar N., Yadav, N (Eds), New and Future Developments in Microbial Biotechnology and Bioengineering: Trends of Microbial Biotechnology for Sustainable Agriculture and Biomedicine Systems: Perspectives for Human Health (pp. 173-190). Amsterdam: Elsevier
  • Markowiak, P., Śliżewska, K. (2017). Effects of Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics on Human Health. Nutrients, 9(9), 1021
  • Mohantya, D., Misrab, S., Mohapatrac, S., Sahud, Priyadarshi S. (2018). Prebiotics and synbiotics: Recent concepts in nutrition. Food Bioscience 26, 152-160
  • Zhao, W., Liu, Y., Latta, M., Ma, W., Wu, Z., Chen, P. (2019) Probiotics database: a potential source of fermented foods. International Journal of Food Properties 22(1), 197-216
  • Sumber gambar: freepik.com
Editor
Editor

Asriadi Masnar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram