Waspada, stroke intai kaum milenial. 3 hal ini solusinya!

Kontributor
Kontributor

Yayuk Eka Cahyani

Daftar Isi

“Banyak anak muda kerap kali berperilaku yang tidak sehat. Tidak sedikit diantara mereka bahkan merasa bahwa sakit itu nanti kalau kita sudah tua, saat muda menikmati hidup saja dulu. Anggapan ini sepenuhnya keliru! Sudah banyak penyakit degeneratif yang kini sering ditemui pada anak muda, salah satunya stroke.”

Stroke merupakan masala kesehatan global yang menjadi penyebab utama kesakitan serta kematian di seluruh dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), stroke dan penyakit jantung iskemik tetap menjadi penyebab utama kematian secara global dalam 15 tahun terakhir serta menyumbang 15,2 juta kematian gabungan pada tahun 2016. 

Stroke dapat menimbulkan kecatatan yang berlangsung kronis dan bukan hanya terjadi pada orang lanjut usia, melainkan juga pada usia muda. Degradasi life style, konsumsi makanan dan pola aktifitas di masa modern ini dapat menyebabkan terjadinya demografi penyakit yang dapat mengintai kaum produktif, yaitu kaum milenial.

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian yang terjadi secara mendadak dan dapat mengakibatkan kecacatan yang berlangsung permanen. Hal ini disebabkan karena stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen ketika aliran darah mengalir ke otak sehingga terjadi penyumbatan di otak

stroke

Tantangan Menghindari Stroke

Stroke masih saja menjadi masalah kesehatan yang dihadapi oleh negara maju dan berkembang. Data WHO 2016 menunjukkan bahwa kejadian penyakit ini mengalami peningkatan selama 15 tahun terakhir pada negara dengan berpenghasilan menengah dan rendah tak terkecuali Indonesia. 

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) Indonesia tahun 2018, prevalensi penyakit ini di usia ≥15 tahun mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2013 sebesar 7‰ dan tahun 2018 menjadi 10,9‰. Data mengenai faktor risiko yang dapat memicu terjadinya stroke juga mengalami peningkatan, seperti prevalensi hipertensi umur ≥ 18 tahun di Indonesia sebesar 34,1% dan prevalensi kasus diabetes berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥15 tahun sebesar 2,0%. 

Terjadinya transisi demografi dan teknologi mengakibatkan perubahan pola penyakit tidak menular (PTM) stroke memiliki kecenderungan juga diderita di usia muda. Ancaman penyakit inidapat mengintai kaum muda, hal ini berkaitan dengan gaya hidup kaum muda yang diketahui memicu stroke yaitu makanan junk foods, obesitas, minuman beralkohol, kurang berolahraga dan stress, kebiasaan merokok, konsumsi obat-obat terlarang (narkoba), semua faktor tersebut dapat meningkatkan kecepatan aliran darah. Sedangkan kebiasaan merokok menyebabkan penumpukan kotoran di bagian dalam pembuluh darah atau aterosklerosis (Sena, Muraro, Rodrigues, Fiuza, & Ferreira, 2017)

Tiga Solusi Buat Millenial

Penerapan gizi seimbang dan isi piringku dalam sehari-hari sangat diperlukan untuk mencegah penyakit ini pada kaum milenial. Gizi seimbang merupakan suatu susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal. Selain penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, porsi untuk makanan yang dikonsumsi yang ideal dapat dilihat menggunakan panduan Isi Piringku (Kementerian Kesehatan, 2014). 

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan guna mencegah risiko terjadinya stroke di usia muda dengan membatasi konsumsi gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh), dan lemak (5 sendok makan), tidak merokok, mengelolah stres dan juga meningkatkan aktivitas fisik yaitu 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu serta memantau berat badan untuk mencegah kenaikan berat badan. 

Manajemen melalui aktivitas fisik juga merupakan langkah dalam pencegahan risiko seperti memberikan manfaaat yang positif seperti pencegahan obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), kenaikan serum kolesterol, intoleransi glukosa dan faktor risiko terjadi komplikasi penyakit yang semakin parah. (Ch et al., 2005). Solusi yang telah dipaparkan diatas melalui fakta ilmiah dapat menjadi tips agar kaum milenial dapat terhindar dari stroke di usia muda serta tetap sehat dan produktif.

Sumber:

  • Chrysohoou Ch, Pitsavos Ch, Kokkinos P, Panagiotakos DB, Singh SN, Stefanadis Ch. The role of physical activity in the prevention of stroke. Cent Eur J Public Health. 2005 Sep;13(3):132-6. PMID: 16218329.
  • Kementerian Kesehatan. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tentang Pedoman Gizi Seimbang, 1–96. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
  • Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/1 Desember 2013
  • Sena, E. de M. S., Muraro, A. P., Rodrigues, P. R. M., Fiuza, R. F. de P., & Ferreira, M. G. (2017). Risk behavior patterns for chronic diseases and associated factors among adolescents. Nutricion Hospitalaria, 34(4), 914–922. https://doi.org/10.20960/nh.666
  • Sumber gambar: freepik.com
Editor
Editor

Asriadi Masnar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: