Menyusui

Hamil ? Yuk Penuhi 10 Asupan Gizi Selama Kehamilan.

Nur Fauzia Asmi
Nur Fauzia Asmi

Universitas Hasanuddin

Daftar Isi

“Setiap individu tidak bisa menentukan kapan akan hamil tetapi dapat merencanakan pemenuhan gizi selama hamil”

Salah satu kabar membahagiakan bagi pasangan yang telah menikah adalah kehamilan. Hadirnya seorang anak adalah kado indah dalam sebuah rumah tangga. Akan tetapi banyak orang yang kurang memperhatikan asupan gizi saat hamil sehingga mengakibatkan masalah Kesehatan pada ibu hamil atau pada janin dalam kandungan.

Kehamilan merupakan salah satu fase yang kompleks. Ada banyak perubahan  yang terjadi pada ibu baik fisik maupun psikis saat hamil. Selain itu terjadi perubahan pada mekanisme dan fungsi organ tubuh seperti perubahan fisiologis meliputi sistem gastrointestinal, sistem pernapasan, dll. Perubahan metabolic meliputi perubahan hormonal selama hamil dan perubahan anatomis meliputi peningkatan volume darah, ukuran payudara, ukuran uterus ibu, dan terjadi pertumbuhan plasenta dan janin.

Hal-hal penting yang Perlu Diperhatikan Selama Kehamilan

Hal yang paling sering dialami kebanyakan ibu hamil adalah perubahan hormonal yang mengakibatkan beberapa kebiasaan ibu hamil menjadi berbeda seperti pola konsumsi dan mood yang terkadang tidak terkontrol yang mengakibatkan sebagian ibu hamil memilih-milih makanan tertentu dan jika berlangsung lama dapat menjadi penyebab kurang energi kronik (KEK) saat hamil(1). Kurang energi kronik saat hamil dapat berdampak pada kematian ibu, BBLR pada bayi dan stunting. (2)

Saat hamil, seorang ibu tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk janin dalam kandungan. Menurut hipotesis Barker atau Fetal Programming Hypothesis menyatakan bahwa asupan gizi ibu saat hamil akan berpengaruh terhadap Kesehatan bayi kelak terutama terkait kerentanan terhadap sindrom metabolic yang meliputi obesitas, diabetes, hipertensi, jantung koroner dan stroke.(3)  Janin membutuhkan asupan gizi optimal untuk tumbuh kembangnya sehingga seorang ibu dituntut untuk makan makanan beragam agar zat gizi dapat terpenuhi karena tidak ada satu bahan makanan yang mengandung semua zat gizi. Saat hamil asupan zat gizi ibu hamil bertambah  dari kebutuhan biasanya.

Baca juga: Makanan Anti Galau

Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Hamil

  • Energi 

Ibu hamil membutuhkan energi yang lebih banyak dari biasanya. Tambahan energi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan jaringan tubuh ibu. Tambahan energi untuk ibu hamil adalah ±  180 pada trimester 1 dan ± 300 kkal/hari selama trimester 2 dan 3 hamil. 

Pada awal kehamilan, pemenuhan kebutuhan energy bagi Sebagian ibu hamil terkadang susah terpenuhi sesuai target diakibatkan karena adaptasi tubuh dan pengaruh hormone. Bagi Sebagian ibu hamil, dapat mengalami mual muntah atau biasa disebut morning sickness yang bisa terjadi kapan saja baik pagi, siang, sore ataupun malam hari yang  disebabkan oleh hormone kehamilan yang mulai produksi. Hal ini mengakibatkan terkadang ibu hamil takut mengkonsumsi makanan tertentu karena tak ingin makanan tersebut dimuntahkan Kembali. Selain itu pada awal kehamilan, ibu hamil kadang mengalami sensitivitas terhadap aroma atau bau tertentu yang mengakibatkan tak jarang ibu hamil memilih-milih makanan tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan variasi makanan yang lebih beraneka ragam dan tekstur yang lebih kering untuk mencegah mual yang berlebihan. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi akan semakin beragam pula zat gizi yang didapatkan.

  • Protein 

Tambahan protein dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan tubuh ibu dan janin. Sumber makanan tinggi protein adalah ikan, ayam, daging, tahu, tempe, kacang-kacangan, dll.

  • Lemak 

Kebutuhan lemak selama hamil diharapkan tidak melebihi 30% dari total kecukupan energi. Sumber makanan yang dibutuhkan ibu hamil yang mengandung omega 3 dan omega 6 yaitu lemak ikan.

  • Karbohidrat

Tambahan karbohidrat selama ibu hamil dibutuhkan untuk sumber tambahan energi. Komposisi energi dari karbohidrat sebanyak 50-65%, protein 10-20% dan lemak 20-30%. Sumber karbohidrat adalah beras, umbi-umbian, jagung, ketela, bahan makanan dari tepung seperti mie, roti, macaroni, dll.

  •  
  • Folat dan B12

Tambahan asam folat dibutuhkan untuk produksi sel darah merah danpertumbuhan sel-sel baru pada saat pembentukan janin. Defisiensi asam  folat dapat mengakibatkan anemia makrositik pada ibu hamil. Sumber asam folat adalah buah-buahan, sayuran hijau dan hati. Apabila kandungan folat dalam makanan tidak tercukupi, maka ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat. Sedangkan B12 dibutuhkan untuk mengaktifkan asam folat. B12 diperoleh dari daging, telur, ikan dan produk susu.

  • Zat besi (Fe)

Tambahan zat besi diperlukan untuk peningkatan volume darah ibu yang sangat dibutuhkan untuk pengantar zat gizi dalam tubuh dan untuk mencukupi kebutuhan plasenta dan janin. Sumber utama zat besi adalah hati dan daging.

  • Vitamin A

Tambahan vitamin A diperlukan untuk pembentukan kerangka tubuh janin dan pembentukan tulang janin. Selain itu juga berperan dalam membrane sel saraf dan system reproduksi. Sumber vitamin A adalah hati, daging. Selain itu juga bisa didapat dari wortel dan sayuran berdaun hijau tua.

  • Kalsium (Ca)

Pada masa kehamilan, tambahan kalsium dibutuhkan untuk mineralisasi rangka tulang dan gigi janin. Absorpsi kalsium meningkat menjadi dua kali lipat dan disimpan dalam tubuh ibu. Selama trimester akhir, saat proses kalsifikasi tulang janin, transfer kalsium ke plasenta lebih deras. Sumber makanan tinggi kalsium adalah biji-bijian, makanan laut, sayuran hijau, susu, keju, yogurt.

  • Yodium (I)

Yodium diperlukan selama kehamilan karena terjadi laju metabolic basal. Defisiensi yodium selama hamil dapat mengakibatkan anak berpeluang besar menderita gondok. Sumber yodium adalah dari garam beryodium dan makanan laut seperti kerang, udang, rumput laut.

  • Vitamin B1, B2, B3.

Tambahan vitamin B1, B2, B3 dibutuhkan untuk produksi sel darah merah di saluran penghubung plasenta yang jika terjadi defisiensi dapat menjadi factor resiko BBLR. Sumber vitamin B1 adalah beras tumbuk, kacang-kacangan, kerrang. Sumber vitamin B2 adalah telur, hati, susu. Dan sumber vitamin B3 adalah ikan, daging, kacang-kacangan.

.Beberapa jenis zat gizi ini sangat diperlukan selama kehamilan karena berperan dalam pembentukan, pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan janin dalam kandungan dan sebagai cadangan untuk menyusui setelah lahiran sehingga diharapkan ibu hamil atau yang mempersiapkan kehamilan dapat memenuhi kebutuhan zat gizinya. (4)

Sumber:

  • Wibowo N, Bardosono S, Irwinda R, Syafitri I, Putri AS, Prameswari N. Assessment of the nutrient intake and micronutrient status in the first trimester of pregnant women in Jakarta. Med J Indones. 2017; 
  • Restu S, Sumiaty S, Irmawati I, Sundari S. Relationship of Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women with Low Birth Weight Newborn in Central Sulawesi Province. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research. 2017. 
  • Edwards M. The barker hypothesis. In: Handbook of Famine, Starvation, and Nutrient Deprivation: From Biology to Policy. 2019. 
  • Ho A, Flynn AC, Pasupathy D. Nutrition in pregnancy. Obstetrics, Gynaecology and Reproductive Medicine. 2016. 
Editor
Editor

Asriadi Masnar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: