asupan

5 Tips Membatasi Asupan Natrium

“Di era zaman sekarang ini, penyakit tidak menular merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi di masyarakat, bank itu di kalangan lansia, remaja hingga anak-anak. Penyakit tidak menular yang umumnya terjadi seperti, obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, jantung, dan lain sebagainya.”

Peningkatan penyakit degenatif ini  terjadi akibat gaya hidup dan pola makan yang telah banyak memiliki perubahan. Adanya perubahan pola makan tersebut lebih menjurus banyaknya santapan makanan siap saji atau fast food yang mengandung lemak, protein, dan garam yang cukup tinggi namun rendah serat pangan (dietary fiber). Sehingga jika dikonsumsi secara rutin dan sering, dapat  meningkatkan terjadinya penyakit tidak menular tersebut.

Asupan Natrium dan Hipertensi

Salah satu penyakit tidak menular adalah hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah yang disebabkan karena terlalu tingginya asupan natrium. Dimana, jika tidak dicegah atau tidak dilakukan pengobatan secara tepat, dapat mengakibatkan terjadinya penyakit obesitas, stroke, jantung hingga gangguan pada ginjal.

Natrium merupakan salah satu mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan volume plasma, keseimbangan asam basa dalam tubuh, menjaga keseimbangan sistem saraf serta fungsi normal sel. Dan seperti yang kita ketahui bahwa garam merupakan salah satu sumber pangan yang paling banyak mengandungan natrium.

WHO merekomendasikan untuk membatasi asupan garam sebesar < 5 gram/hari atau setara dengan konsumsi natrium sebanyak 2000 mg/hari. Pada kenyataannya, rata – rata asupan garam dapat mencapai 9 – 12 gr setiap harinya, dua kali lebih banyak dari rekomendasi asupan garam.

Contoh lain sumber asupan natrium yang cukup tinggi terdapat pada makanan kemasan atau makanan olahan. Contoh bahan makanan olah seperti daging yang diolah menjadi sosis, bakso, ham, makanan snack yang rasanya asin, keripik, keju, mie instan dan lain sebagainya. Tidak hanya dari makanan tersebut, terkadang tanpa sadar kita menambahkan asupan natrium dari tambahan bumbu seperti garam, saus kemasan atau botolan, kecap, kecap ikan dan soy sauce.

Pada dasarnya natrium tidak hanya pada garam saja, namun juga terdapat pada makanan olahan seperti roti maupun biskuit yang menggunakan baking soda pada proses pembuatannya. Didalam baking soda terdapat kandungan natrium yaitu natrium bicarbonate. Contoh lain sumber asupan natrium yang cukup tinggi terdapat pada makanan yang kemasan atau makanan olahan seperti menu daging yang diolah menjadi sosis, bakso, ham, makanan snack yang rasanya asin, keripik, keju, mie instan dan lain sebagainya.

Tidak hanya dari makanan tersebut, terkadang tanpa sadar kita kerap menambahkan asupan natrium dari tambahan bumbu seperti garam, saus kemasan atau botolan, kecap, kecap ikan dan soy sauce.

Beberapa cara telah dilakukan untuk membatasi asupan garam dan natrium tersebut. Mulai dari memberikan edukasi kepada masyarakat baik melalui iklan, slogan, dan lain sebagainya, memberikan konseling, koordinasi antara pihak pemerintahan serta pada kelompok industri juga telah memberikan label kandungan gizi pada setiap makan kemasan.

Baca juga: Makanan Anti Galau

Tips untuk Mengontrol Asupan Natrium

Lalu bagaimana caranya agar tetap dapat membatasi asupan natrium pada makanan yang dikonsumsi setiap harinya? Berikut beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan untuk mengontrol asupan natrium:

  1. Biasakan tidak menambahkan lagi garam pada makanan yang dikonsumsi. Pada dasarnya pada bahan makanan alami, sudah terdapat kandungan natrium. Sehingga pada proses pemasakannya hanya perlu menambahkan secukupnya saja namun tidak menambahkan garam lagi pada saat hendak mau dikonsumsi.
  2. Mulailah membiasakan diri membatasi atau mengganti konsumsi snack yang asin – asin dengan konsumsi buah – buahan atau kacang – kacangan yang dipanggang maupun direbus.
  3. Ketika membeli makanan kemasan, biasakan selalu membandingkan label informasi nilai gizi (Nutrition Fact) yang tertera pada kemasan. Terutama ketika membeli makanan olahan seperti sosis, bakso atau makanan cemilan seperti biskuit, roti, crackers dan makanan yang diawetkan lainnya. Selain itu, perhatikan pula kandungan natrium pada produk saus, mayonnaise, mustard, saus keju dan lain sebagainya. Umumnya produk tersebut mengandung tinggi natrium. Maka pilihlah makanan yang rendah kandungan natriumnya.
  4. Biasakan diri membaca label pada kemasan yang nantinya bermanfaat saat memilih produk kemasan yang lebih sehat.
  5. Ketika makanan di luar rumah atau di sebuah restoran, biasakan menambahkan ekstra sayuran pada makanan Anda dan hindari tambahan garam, saus kemasan, seperti saus tomat, mayonnaise, mustard, kecap dan lainnya.

Dengan menerapkan beberapa tips dan trik tersebut, diharapkan dapat membantu meminimalisir asupan natrium. Kementerian Kesehatan dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, menganjurkan konsumsi garam sebanyak 2000 mg natrium per orang per harinya. Konsumsi tersebut setara dengan 1 sendok teh garam per orang per hari atau 5 gram per orang per hari.

Sumber:

Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: