telur

Masak Telur Setengah Matang, Apakah Aman?

Daftar Isi

“Memasak telur bukan hal yang baru di zaman milenial ini, bukan? Ya, telur sudah menjadi bahan makanan pokok yang wajib ada di dapur kita. Mulai dari telur ayam, telur puyuh, ataupun telur bebek.”

Telur mudah didapati, dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp1,000-Rp2,500 saja sudah bisa mendapatkan 1 butir telur. Cara memasaknya pun beragam, ada yang digoreng, direbus, diasinkan, bahkan dikonsumsi mentah turut menjadi kebiasaan masyarakat pada umumnya. Namun, tidak semua masyarakat tahu seberapa penting cara mengolah telur dengan baik dan benar hingga siap disantap.

Contoh pengolahan telur yang kurang disarankan yaitu masak setengah matang ataupun secara langsung (mentah). Konsumsi telur yang setengah matang atau mentah cenderung berisiko terkontaminasi bakteri. Dibalik penampilan kulit telur yang mulus dan bersih, ternyata mudah rusak akibat bakteri yang masuk ke dalamnya, seperti Salmonela, Campylobacter, dan Listeria.

Jenis bakteri ini bersifat merugikan atau dapat menimbulkan sakit pada perut kita. Tanda-tanda yang muncul dapat berupa sakit perut, diare, mual, muntah, bahkan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian.

Nah, bagaimana cara bakteri yang merugikan ini bisa terdapat di dalam telur?

Pertama. bakteri masuk ke dalam telur sejak telur berada di dalam tubuh induknya yang sebagai penderita. Kedua, bakteri dapat masuk melalui kulit telur yang retak serta menembus lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur dari dalam, sehingga bagian dalam telur yang dilindungi dapat terkontaminasi.

Lalu, bagaimana cara yang tepat dalam mengolah telur?

Caranya adalah dengan memasaknya secara matang sempurna. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Fitriyah (2003), alangkah baiknya telur dimasak pada suhu 66oC dan selama 12 menit agar bakteri yang merugikan ini dapat mati sempurna. Dengan demikian, nutrisi dari telur dapat kita nikmati tanpa takut lagi mengonsumsi telur.

Kadang masih ada yang bertanya-tanya, mengapa kebanyakan orang tetap mengkonsumsi telur setengah matang. Ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi, pertama disebabkan oleh ketidaktahuan konsumen tentang bahaya mengkonsumsi telur setengah matang dan kedua konsumen mengkonsumsi telur yang telah diuji bebas cemaran biologis (kuman).

Pada kemungkinan yang kedua sudah ada pada saat ini. Berita ini datang dari Negeri Sakura (Jepang) yang memiliki mesin canggih yang dapat mengatur proses pemeriksaan telur mulai dari pembersihan, pemeriksaan kulitas, pengelompokkan telur sesuai ukuran, hingga  tahap pengemasan dan akhirnya disebarkan pada konsumn.

Tahukah Anda? Mesin khusus di Jepang dirancang untuk memastikan tidak adanya guncangan selama proses pemeriksaan telur. Alhasil, telur tetap ditangani secara hati-hati dan dengan hasil yang memuaskan. Meskipun demikian mesin ini dipastikan dapat memproses hingga 120.000 telur dalam satu jam saja, Wow, keren bukan?

Seperti penjelasan diatas, keunggulan mesin ini juga dapat memeriksa apakah telur aman atau tidak aman untuk dikonsumsi bagi para konsumen.

Nah, jika di Jepang memproduksi telur yang dapat dikonsumsi mentah, apakah ada kandungan gizi pada telur mentah tersebut? Tentu ada, telur mentah mengandung nutrisi berupa protein berkualitas tinggi, lemak, Vitamin A, Vitamin B, mineral, antioksidan yang baik untuk mata , fosfor, asam folat, kolin, dan masih banyak lagi.

Singkatnya, bagian putih telur mengandung protein dan bagian kuning telur banyak mengandung lemak dan kandungan gizi lainnya. Walaupun telur mentah mengandung banyak gizi, kemungkinan nutrisi yang terserap di tubuh tidak sebesar telur yang sudah masak.

Namun tenang saja, jika Anda ingin mengkonsumsi telur mentah, Anda dapat langsung mengunjungi toko atau supermarket yang menjual telur bebas cemaran biologis. Tapi mengkonsumsi telur yang sudah dimasak dengan sempurna tentu jauh lebih sehat dan bebas dari cemaran bakteri.

Sumber:

  • Ashari, Avisena. Orang Jepang Suka Makan Telur Mentah tapi Tetap Sehat, Apa Rahasianya?. (online) pada https://bobo.grid.id/read/081846675/orang-jepang-suka-makan-telur-mentah-tapi-tetap-sehat-apa-rahasianya?page=all. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020.
  • Fitriah, A. 2003. Hindari Memakan Telur Setengah Masak. Diakses tanggal 6 Juli 2020.
  • Harianto, H. 2002. Analisa Kandungan Salmonella sp pada produk telur ayam ras yang dipasarkan pada pasar tradisional di kota Medan. Universitas Sumatera Utara. Medan.
  • Syamsir, E. 2010. Keamanan Mikrobiologi Telur. Jurnal IPB. Diakses 06 Juli 2020.
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: