hamil

Manfaat Berolahraga bagi Ibu Hamil

Daftar Isi

“Kehamilan merupakan serangkaian peristiwa yang diawali dengan terjadinya konsepsi, lalu berkembang menjadi fetus dan diakhiri dengan proses persalinan. Namun, perlu diketahui bahwa kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup besar. Faktor medis, sosial, budaya dan agama menjadi beberapa penyebabnya”

Pada aspek medis sering kali terjadi masalah komplikasi pada ibu hamil, antara lain ektopik, hyperemesis gravidum, abortus, eklampsia, plasenta previa yang kesemuanya dapat mengancam nyawa ibu hamil. Selain itu, rasa takut dan cemas menjelang proses persalinan dapat mengakibatkan otot serta persendian menjadi kaku. Akumulasi adanya rasa stres, rasa sakit, dan keluhan lainnya dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan mood.

Penelitian menyebutkan bahwa beban secara psikologi pada wanita hamil, lebih besar terjadi pada kehamilan trimester ketiga, dimana pada masa tersebut timbul masalah seperti insomnia, sering buang air kecil, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah, kram pada kaki, edema pada pergelangan kaki, perubahan mood serta terjadinya peningkatan kecemasan. Adanya gangguan psikologis tersebut dapat menghambat perkembangan janin serta meningkatnya komplikasi pada proses persalinan.

Olahraga Membantu Proses Persalinan

Beberapa studi menyebutkan bahwa salah satu cara untuk membantu ibu hamil dalam proses persiapan persalinan adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga dianjurkan karena dapat membantu proses metabolisme dalam tubuh selama kehamilan, yang berdampak pada tingginya konsumsi oksigen pada tubuh sehingga dapat mempercepat aliran darah ke jantung. Tak hanya untuk kesehatan jantung ibu, tetapi juga bermanfaat bagi jantung janin dalam kandungan yang membuatnya menjadi semakin kuat dan sehat.

Studi lain pun mengungkapkan bahwa dengan melakukan aktivitas fisik selama hamil, dapat menjaga stamina dan kebugaran ibu hamil sepanjang periode kehamilannya hingga persalinan. Oleh sebab itu, ibu hamil yang sering olahraga akan lebih siap baik secara fisik dan mental sehingga proses persalinan dapat berjalan secara optimal.

Olahraga yang tepat dapat meningkatkan massa otot pada tubuh, meningkatkan kekuatan otot pada jantung, memperlancar sistem pencernaan, mengurangi terjadinya kekurangan massa tulang dan meningkatkan kualitas tidur. Pun dari segi psikologis, dengan berolahraga secara teratur dapat mengurangi rasa nyeri ataupun sakit, berkurangnya rasa stres, cemas dan khawatir selama hamil hingga menjelang persalinan.

Jenis Olahraga Apa Saja yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil?

Ibu hamil dianjurkan untuk berjalan kaki, bersepeda, berenang, melakukan senam hamil, hydrotherapy maupun yoga. Umum melakukan senam hamil atau yoga, yang dapat memperlancar asupan gizi dari ibu ke janin serta berpengaruh pada organ reproduksi dan panggul (memperkuat otot perineum).

Latihan yoga dapat membantu ibu hamil untuk mengontrol pikiran dan reaksi terhadap stres. Gerakan yoga berfokus pada ritme nafas, mengutamakan kenyamanan serta keamanan dalam berlatih, sehingga dapat memberikan efek relaksasi, tenang, dan mengurangi rasa cemas. Dengan melakukan Yoga juga dapat meningkatkan berat badan bayi saat dilahirkan, mengurangi terjadinya lahir prematur serta mengurangi risiko komplikasi saat persalinan.

Salah satu pakar dari Amerika mengatakan bahwa latihan yoga membantu memperlancar aliran darah ke plasenta, menurunkan transfer hormon stres dan meningkatnya hormon endorfin serta dapat mengurangi rasa sakit selama kehamilan dan persalinan juga memperkecil terjadinya kelahiran prematur.

Ibu hamil dapat membiasakan diri secara bertahap untuk berolahraga setelah tahu beberapa manfaat dan jenis olahraga yang tersaji di atas. Agar kondisi fisik dan mentalnya siap menghadapi kehamilan hingga proses persalinan kelak. Akhir kata semoga ibu dan bayi senantiasa sehat.

Sumber:

  • Hidayati, Ulfah. 2019. Systematic Review : Senam Hamil Untuk Masa Kehamilan dan Persiapan Persalinan. Placentum Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, Vol 7(2).
  • Mediarti, Devi, et al. 2014. Pengaruh Yoga Antenatal Terhadap Pengurangan Keluhan Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol 1 No.1, 47 – 53
  • Berghella, Vincenzo. 2017. Exercise in Pregnancy. American Journal of Obstetrics and Gynecology, Editorials
  • Prather, Heidi, et al. 2012. Benefits of Exercise During Pregnancy. American Academy Of Physical Medicine and Rehabilitation, Vol 4, 845 – 850.
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Icha Dian, S.Gz., M.Kes

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: