madu

Si Manis Madu dan 3 Manfaat Baiknya

Daftar Isi

“Si manis madu yang merupakan cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman atau bagian lain dari tanaman atau ekskresi serangga. Madu kaya akan manfaat dan keunggulan, selain itu memiliki beragam komponen di dalamnya

Saya sangat terkejut ketika mengetahui madu tidak hanya berisi gula, mengingat itulah yang paling menonjol dari madu. Ternyata madu memiliki banyak komponen yang mengejutkan. Untuk itulah saya optimis, madu pasti juga berkhasiat bagi mereka yang memiliki masalah di profil lipid dan gula darahnya.

Komponen Madu yang Mengejutkan

Komponen utama madu adalah glukosa dan fruktosa, dan fruktosa adalah gula utama di sebagian besar madu. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, glukosa dan fruktosa ini memberikan suatu efek sinergis dalam saluran pencernaan dan pankreas. Selain itu, madu juga mengandung 181 unsur lainnya.

Madu juga mengandung unsur bioaktif seperti campuran phenol, flavonoid, asam organik, turunan karotenoid, metabolit nitrit oksida (NO), asam askorbat, produk reaksi Malliard, bahan aromatik, trace elements, vitamin, asam amino dan protein. Madu dengan keajaiban kandungannya ternyata memiliki banyak manfaat pada pencernaan, hati, reproduksi, glukosa darah yang rendah, antioksidan, anti hipertensi, antibakteri, anti jamur, dan anti inflamasi.

Madu Baik untuk Anak-anak

Menurut Saragih et al., pemberian madu pada anak-anak dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Sebagai perbandingan anak yang tidak diberi madu kandungan hemoglobinnya hanya naik 4% selama 40 hari sedangkan yang mengonsumsi madu di samping makanan yang normal, kandungan hemoglobin naik 23% pada waktu yang sama. Madu dengan kadar gula dan levulosanya yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organik lain sehingga dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan.

Peranan madu bagi anak-anak yang sedang tumbuh sangat penting karena di dalam madu terdapat asam folat, yaitu suatu asam yang banyak pengaruhnya terhadap makhluk yang sedang tumbuh. Asam folat dapat memperbaiki susunan darah, jumlah eritrosit meningkat dan kandungan hemoglobin.

Madu Sebagai Antioksidan

Madu mengandung zat yang disebut antioksidan yang memiliki banyak kegunaan dalam mencegah penyakit degeneratif. Salah satunya yaitu polifenol pada madu. Polifenol merupakan unsur penting pada madu dimana 56 sampai 500 mg/kg total polifenol ditemukan pada jenis madu yang berbeda. Polifenol pada madu utamanya flavonoids (seperti quercetin, luteolin, kaempferol, apigenin, chrysin, galangin), asam fenol dan turunan asam fenol. Unsur-unsur inilah yang merupakan bahan antioksidan.

Kandungan antioksidan madu inilah yang dapat berperan dalam menormalkan profil lipid penderita obesitas sentral, selain itu dapat mencegah penyakit kronis lainnya. Hal mengejutkan lainnya dari kandungan ini adalah madu yang manis ternyata dapat menjaga kestabilan glukosa darah bahkan menurunkan glukosa darah yang melewati ambang batas normal.

Madu Sebagai Anti inflamasi

Wah selain madu sebagai antioksidan ternyata juga terbukti sebagai anti inflamasi telah dibuktikan dengan pemberian 70 gram madu. Madu merupakan bahan yang sama efektifnya dengan prednisolon pada penyakit radang usus besar. Cara kerja madu adalah dengan mencegah pembentukan radikal bebas yang dilepaskan oleh jaringan inflamasi dari efek antibakteri pada madu atau efek langsung dari anti inflamasi madu.

Hipotesis ini didukung oleh penelitian pada hewan percobaan, dimana efek anti inflamasi pada madu telah diamati pada luka hewan percobaan tanpa terjadi infeksi bakteri. Penulis juga menemukan bahwa madu dan ekstraknya dapat mengurangi edema (bengkak) dan nyeri pada jaringan inflamasi, cara kerjanya berkaitan  dengan penghambatan oksida nitrat dan prostaglandin E(2).

Sumber:

  • Bogdanov, et.al. 2008. Honey for nutrition and health: a review. Journal of the American College of Nutrition,  27;6, pp. 677–689.
  • Erejuwa et.al, 2012. Honey: A Novel of Antioxidant. Molecules, 17, 4400-4423.
  • Erejuwa,et.al, 2012. Fructose Might Contribute to the Hypoglycemic Effect of Honey. Molecules 2012, 17, 1900-1915. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22337138/
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: