literasi

Edugizi Membangun Budaya Literasi untuk 4 Kelompok Rentan Masalah Gizi

“Sejak tahun 1967, UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai International Literacy Day atau Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional sebagai upaya untuk mengingatkan betapa pentingnya literasi masyarakat untuk mencapai derajat hidup yang lebih baik”

Berdasarkan data dari UNESCO, diperkirakan sebanyak 770 juta orang tidak melek huruf. Di Indonesia sendiri, kelompok usia 45 tahun ke atas yang paling tinggi angka buta aksara (illiteracy) yakni mencapai 9,92% diikuti anak usia 15 tahun ke bawah (4,10%), mengindikasikan bahwa kedua kelompok ini akan sulit untuk mengakses informasi-informasi yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Literasi dan 4 Kelompok Rentan Masalah Gizi

Peningkatan literasi tidak hanya menyinggung kemampuan baca dan tulis, tetapi juga bagaimana seseorang itu mampu menilai secara kritis informasi yang diperolehnya/ diketahuinya. Misalnya, seseorang yang mampu membaca dan mengetahui tentang gizi seimbang, tetapi tidak dapat memahami isinya, maka orang tersebut juga menjadi sasaran peningkatan literasi.

Hal ini banyak terjadi pada empat kelompok rentan, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), remaja (putri), dan orang lanjut usia (lansia). Banyak di antara empat kelompok ini yang tidak hanya sulit baca tulis, tetapi bagi yang bisa baca tulis banyak juga yang kurang mampu mengolah dan berpikir kritis terhadap informasi-informasi yang tersedia. Akibatnya, mereka akan menerima begitu saja informasi yang tidak benar dan menyesatkan yang kemudian berdampak negatif pada gaya hidup mereka.

Sebagai contoh, banyak ibu menyusui paham mengenai pentingnya memberikan ASI saja selama 6 bulan (ASI eksklusif), akan tetapi karena ketidaktahuan akhirnya mereka memberikan susu formula di awal-awal kehidupan karena mengira ASI mereka kurang atau bahkan tidak keluar. Padahal faktanya, jika terus dirangsang dengan isapan si bayi, akan semakin memperlancar produksi dan pengeluaran ASI.

Untuk itulah, penyebaran informasi yang mudah dipahami dan diterima oleh orang dengan kemampuan literasi yang rendah menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan tetapi dapat juga mengubah perilaku orang tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, informasi yang dibutuhkan ibu hamil yakni seputar bagaimana menjaga kehamilannya dengan menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang, dan bagaimana agar tidak stres menghadapi persalinan. Untuk remaja putri, biasanya seputar pola makan yang berkaitan dengan citra tubuh dan juga terkait kesehatan reproduksi. Peningkatan literasi untuk usia lanjut cukup menantang, pasalnya kemampuan indra dan otak sedikit menurun dibandingkan saat usia produktifnya dapat. Untuk itu, perlu strategi yang tepat misalnya dengan menyasar anggota keluarga atau orang yang merawat lansia tersebut. Informasi seputar penyakit lansia, Alzheimer, kebutuhan gizi terkait penyakit tertentu, olahraga yang aman bagi lansia, atau pantangan makan lansia biasanya dibutuhkan.

Ingin menjadi kontributor edugizi? silahkan klik link berikut

Era COVID-19 dan Peningkatan Literasi Melalui Media Dalam Jaringan (Daring)

Saat banyak orang menyalahkan gadget sebagai penyebab anak malas membaca dan mencari informasi lewat buku, di era sekarang hal itu tidak berlaku lagi. Saat ini di internet, buku digital sudah banyak yang bisa diakses secara gratis melalui gawai/ gadget sehingga dapat dengan mudah dibaca kapan pun dan di mana pun.

Apalagi di era pandemi COVID-19 ini, akses informasi merupakan sebuah keniscayaan. Betapa tidak, sekolah ataupun proses belajar mengajar lainnya yang biasanya dilakukan secara tatap muka kini harus tergantikan dengan media daring.

Oleh karena informasi yang tersedia di internet saat ini sudah sangat luas, mulai dari yang paling benar/akurat hingga yang paling salah dan menyesatkan, maka masyarakat awam betul-betul perlu untuk menyaring informasi dan tidak menerima informasi tersebut begitu saja.

Edugizi.id dan Komitmen Memajukan Literasi Gizi Kesehatan Indonesia

Atas dasar tingginya permasalahan literasi yang ada, maka edugizi.id berkomitmen untuk membagikan informasi yang mudah dipahami dan valid berdasarkan referensi penelitian sehingga akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat awam.

Bertepatan pada tanggal 8 September 2020 ini, edugizi.id melakukan diluncurkan secara resmi dan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat Indonesia dalam mencari informasi mengenai gizi, pangan, dan kesehatan. Menurut kami, jika informasi yang disediakan mudah dipahami maka akan merangsang pembaca untuk terus membaca dan hal ini dapat meningkatkan kemampuan literasi gizi dan kesehatan dan bahkan kami harapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.

Website edugizi.id tidak hanya menyediakan artikel-artikel yang menarik, tetapi juga media konsultasi gizi dan kesehatan bersama para ahli gizi yang kompeten. Dengan demikian, kepada seluruh masyarakat Indonesia secara umum, maupun bumil, busui, remaja putri, dan lansia secara khusus dapat memanfaatkan fitur konsultasi ini. Selain itu, web seminar terkait penulisan juga rutin dilaksanakan dan semoga itu bisa bermanfaat bagi para mahasiswa dan insan akademik.

Salam sehat

Selamat memperingati Hari Literasi Internasional

Selamat membaca dan mengeksplorasi website edugizi.id

 

Tim Edugizi
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: