sebaya

Pengaruh Teman Sebaya melalui Peer Educator dalam Perbaikan Gizi Remaja

Daftar Isi

Nuryani
Nuryani

Alumni Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

“Periode remaja merupakan periode yang krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga dibutuhkan dukungan pemenuhan energy dan zat gizi optimal, peran teman sebaya menajdi penting dalam pembentukan perilaku sadar gizi pada remaja”

Masa remaja merupakan salah satu masa yang rentang mengalami permasalahan gizi disebabkan perubahan kondisi fisik, biologis maupun psikologis. Permasalahan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan beban Negara di masa mendatang dengan meningkatnya risiko penyakit degeneratif pada usia reprodutif. Permasalahan gizi remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, sehingga  intervensi dini seperti edukasi praktik gizi seimbang oleh kelompok sebaya menjadi krusial.

Remaja dan permasalah gizi yang sering terjadi

WHO mendefinisikan masa remaja antara usia 10-19 tahun dan kaum muda pada usia 15 -24 tahun. Mulai umur 10-12 tahun kebutuhan gizi pria dan wanita mulai berbeda. Beberapa masalah gizi yang umumnya ditemukan pada remaja adalah anemia dan obesitas.

Anemia merupakan keadaan dimana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Remaja putri merupakan kelompok risiko tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra. Anemia gizi besi mengakibatkan menurunnya kesehatan reproduksi remaja, menghambat perkembangan motorik, mental dan kecerdasan, prestasi belajar dan tingkat kebugaran yang menurun serta tidak tercapainya tinggi badan optimal. Anemia defisiensi besi disebabkan karena kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi yang tidak cukup, penyerapan tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan zat besi untuk pembentukan sel darah merah yang lazim berlangsung diantaranya pada masa pubertas dan karena aktivitas yang meningkat, diet yang salah, kebiasaan tidak sarapan, pola makan yang tidak teratur dan mengalami menstruasi dimana besi hilang bersama darah menstruasi.

Obesitas merupakan peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat akumulasi lemak yang berlebihan dalam tubuh. Konsumsi fast food dapat menjadi penyebab masalah gizi pada kelompok remaja terutama obesitas. Kandungan gizi yang tidak seimbang bila sudah terlanjur menjadi pola makan, maka akan berdampak negatif pada status gizi remaja. Kegemukan dapat berkelanjutan dan menimbulkan berbagai macam penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, dan hipertensi.

Edukasi gizi remaja

Edukasi gizi adalah pendekatan edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap gizi. Semakin tinggi pengetahuan gizi akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku konsumsi makanan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi signifikan meningkatkan pengetahuan gizi, perbaikan asupan zat gizi, dan penurunan indeks massa tubuh pada remaja. 

Perilaku dan sikap gizi jarang berasal dari dalam diri individu, tetapi secara langsung dan tidak langsung dipengaruhi oleh keluarga, teman sebaya dan masyarakat secara umum. Kebiasaan makan seringkali merupakan suatu pola yang berulang atau bagian dari rangkaian rutinitas harian sebagai kebiasaan hidup secara keseluruhan. Remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan cenderung mudah terpengaruh oleh hal-hal baru.

Pendidikan gizi dilaksanakan melalui penyuluhan sebagai upaya untuk menanamkan pengertian gizi, pengenalan masalah makan, perencanaan makan dan perencanaan diet yang baik. Keberhasilan dari pendidikan gizi secara langsung tergantung dari cara penyampaian, penyampai pesan, penerima pesan dan tempat berlangsungnya. Pengetahuan sebagai salah satu komponen yang mempengaruhi perilaku manusia karena pengetahuan adalah hasil dari objek tertentu dan sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indera mata dan telinga. (Notoatmodjo, 2007). 

Pentingnya peran pendidik sebaya (peer educator) bagi remaja

Pendidikan sebaya adalah kegiatan pembelajaran yang berlangsung antara teman sebaya atau sejawat. Kelompok teman sebaya (peers) adalah anak – anak atau remaja dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama. Salah satu fungsi utama dari teman sebaya adalah untuk menyediakan berbagai informasi mengenai dunia di luar keluarga. Banyak waktu yang diluangkan remaja diluar rumah bersama teman – teman sebayanya daripada dengan orang tuanya adalah salah satu alasan pentingnya peran teman sebaya bagi remaja. 

Keuntungan pendidikan sebaya adalah lebih efektif, komunikasi lebih terbuka dan murah. Beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang pendidik sebaya adalah; percaya diri, menghargai perbedaan, suka bergaul dan membantu, memiliki empati kepada orang lain, berbicara sesuai dengan pengetahuan, memiliki pengalaman dalam berorganisasi, mampu berkomunikasi dengan baik dengan teman sebaya dan mampu memotivasi teman sebayanya dalam hal yang positif.  Sejumlah penelitian telah menunjukkan efektifitas pendidikan sebaya dalam perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang pada remaja (Nuryani dan Paramata, 2019). Hal ini dapat berpengaruh terhadap status gizi remaja.

Sumber:

  • Notoatmodjo. 2007. Perilaku kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  • Nuryani dan Paramata P. 2019. Intervensi pendidik sebaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang pada remaja di MTSN Model Limboto. Indonesian journal of human nutrition. 5(2): 96 – 112.
Editor
Editor

Asriadi Masnar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: