ibu hamil

Ibu Hamil dan Faktor Penentu Kesehatan

Daftar Isi

Kesehatan ibu hamil adalah kunci dalam menghasilkan generasi sehat dan berkualitas. Ironisnya, berbagai masalah kesehatan justru dialami ibu pada periode tersebut, terutama yang tinggal di daerah dengan akses layanan kesehatan yang sulit.

Di Indonesia, berdasarkan data terakhir Survei Angka Sensus (Supas) tahun 2015, angka kematian ibu masih relatif tinggi mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup. Konsekuensi dari kematian ibu ini adalah anak akan tumbuh tanpa kehadiran seorang ibu yang tentu berdampak secara langsung terhadap pengasuhannya.

Bahkan beberapa penelitian yang dilakukan di negara-negara Afrika memperlihatkan korelasi antara kematian ibu dengan tingginya angka putus sekolah anak. Perhatian pada kesehatan ibu dapat menurunkan risiko kematian saat hamil maupun melahirkan. Tentu, hal itu berimbas pada masa depan anak.

Mengapa Kematian Ibu Terjadi?

Menurut WHO, kematian ibu pada umumnya disebabkan karena:

  1. pendarahan hebat saat melahirkan,
  2. infeksi yang biasanya terjadi setelah melahirkan,
  3. ibu mengalami tekanan darah tinggi (pre-eklampsia dan eklampsia),
  4. komplikasi saat melahirkan, dan
  5. aborsi yang tidak aman.

Melihat penyebab tersebut, pemerintah perlu memperkuat kebijakan kesehatan yang berpihak pada perbaikan sarana kesehatan serta perlindungan pada perempuan.

Masih Tingginya Ketidakadilan dan Ketimpangan Kesehatan

Kebijakan pemerintah masuk dalam salah satu domain kerangka faktor penentu kesehatan ibu, yakni penentu struktural dari ketidakadilan kesehatan (structural determinants of health inequities). Ketidakadilan kesehatan menyebabkan kesenjangan pelayanan kesehatan yang dapat menghambat akses terhadap layanan kesehatan dan menghilangkan kesempatan untuk sehat. Tentu hal ini merugikan ibu hamil, terutama yang ada di daerah sulit dan tertinggal. Selain dari ketersediaan layanan kesehatan, mereka juga kesulitan dalam memenuhi standar kehidupan yang layak untuk menunjang kesehatan dirinya dan janinnya.

Ingat ketidakadilan berbeda dengan ketidaksetaraan!

Ketidakadilan kesehatan adalah adanya disparitas yang sistematis dalam kesehatan antara kelompok sosial yang lebih beruntung dan kurang beruntung. Contohnya adalah orang miskin yang memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan orang kaya, akan tetapi mereka justru memiliki akses yang lebih rendah terhadap layanan kesehatan daripada orang kaya.

Ketidakadilan mendorong terjadinya ketidaksetaraan kesehatan. Biasanya orang kaya dengan kemampuan ekonomi memiliki jangkauan akses pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dibandingkan yang miskin. Padahal prinsip kesetaraan dalam kesehatan seharusnya tidak terpengaruh oleh daya ekonomi melainkan pada kondisi penerima layanan kesehatan.

Faktor Penentu Kesehatan Ibu Hamil

Beberapa faktor penentu struktural kesehatan yang sangat penting dalam mendorong keterjangkauan akses layanan kesehatan, dan paling tidak dapat mengurangi kesenjangan kesehatan adalah etnis dan suku, agama, usia, faktor sosial ekonomi, pendidikan dan pendapatan. Bahkan, di beberapa literatur yang berkembang saat ini, kondisi sebelum hamil juga berkontribusi terhadap kesehatan ibu di masa kehamilannya.

Faktor struktural ini kemudian berkontribusi pada domain faktor penentu perantara kesehatan ibu (intermediary determinant of health) yang meliputi tiga konteks, komunitas, sistem kesehatan, dan individu.

Keberpihakan pemerintah dengan menyediakan kebijakan yang tepat, penguatan ekonomi masyarakat, dan mengangangkat nilai-nilai budaya di masyarakat maka hal itu akan menciptakan suatu kekuatan untuk mengoptimalkan peran individu, komunitas, dan sistem kesehatan secara umum. Dengan demikian, ketidakadilan dan ketimpangan kesehatan yang dialami oleh ibu hamil dapat berkurang.

Konsekuensinya, semua ibu hamil akan dapat menikmati layanan antanal yang berkualitas dan komplikasi kehamilan dapat teratasi di seluruh daerah tidak harus dirujuk ke kota besar. Jika semua itu dapat dilakukan, maka tentu saja kesehatan ibu dapat ditingkatkan, kematian ibu bisa dikurangi, dan kualitas anak bisa ditingkatkan.

Sumber:

  • BPS. (2016). Profil Penduduk Indonesia Hasil Supas 2015. https://www.bps.go.id/publication/2016/11/30/63daa471092bb2cb7c1fada6/profil-penduduk-indonesia-hasil-supas-2015.html
  • Max Roser and Hannah Ritchie. (2013) – “Maternal Mortality”. Published online at OurWorldInData.org. Retrieved from: ‘https://ourworldindata.org/maternal-mortality’ [Online Resource]
  • Hamal M, Dieleman M, Brouwere VD, Buning TC. (2020). Social determinants of maternal health: a scoping review of factors influencing maternal mortality and maternal health service use in India. Public Health Reviews, 41:13.
  • P Braveman, S Gruskin. (2003). Defining equity in health. J Epidemiol Community Health, 57:254–258.
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: