Konsumsi Makanan Kemasan: Baik atau Buruk?

Nur Fauzia Azmi
Nur Fauzia Azmi

Alumni Prodi Magister FKM Universitas Hasanuddin (Gizi)

“Apa kabar generasi milenial? Sering mengonsumsi makanan kemasan? Sudah berapa banyak snack atau makanan fresh yang diawetkan dikonsumsi hari ini?

Tak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan kemasan tetapi ada beberapa hal yang harus di perhatikan saat mengonsumsi makanan kemasan karena ternyata memiliki kontribusi bagi kesehatan.

Saat ini ada begitu banyak makanan yang dibuat dalam bentuk kemasan. Mulai dari jenis makanan berat hingga makanan ringan. Ada banyak alasan munculnya makanan kemasan, misalnya untuk memudahkan dalam mengonsumsi, membuat penyajian makanan lebih praktis atau membuat makanan lebih tahan lama. Selain itu makanan kemasan juga sangat berguna saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana atau keadaan darurat lainnya.

Bagi sebagian mahasiswa dan pekerja yang hidup merantau atau keluarga yang memiliki aktivitas yang sangat sibuk, makanan kemasan adalah salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. selain penyajiannya yang cepat, makanan kemasan juga bisa di makanan dan dibawa ke mana saja. Akan tetapi sikap dan perilaku membaca informasi gizi  pada label pangan  serta pemilihan makanan kemasan masih sangat rendah. Kebanyakan mahasiswa memilih makanan bukan karena mempertimbangkan nilai gizi dalam suatu makanan kemasan tersebut.

Tanpa disadari, dibalik semua kemudahan yang ada dalam makanan kemasan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi makanan kemasan untuk mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan di kemudian hari. Hal ini disebabkan karena makanan kemasan adalah makanan yang dibuat dalam jangka waktu tertentu dan mengandung sejumlah kalori atau energi tertentu dalam setiap kemasannya, yang kemungkinan memiliki efek terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan saat membeli makanan kemasan, yaitu memperhatikan label makanan dan informasi nilai gizi makanan kemasan tersebut.

Perhatikan Label Makanan

Ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat melihat label makanan kemasan adalah:

  1. Merek dagang: Pastikan merek dagang tercantum dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  2. Nama Produk.
  3. Daftar bahan yang digunakan atau komposisi. Hal ini bertujuan agar menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam produk tersebut, atau bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau alergi bagi seseorang.
  4. Pesan kesehatan dalam kemasan produk.
  5. Keterangan atau logo Halal.
  6. Nama dan alamat produksi makanan kemasan.
  7. Tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsa: Sangat penting memperhatikan tanggal kadaluwarsa makanan kemasan karena bisa menjadi bahan pertimbangan akan kesegaran makanan tersebut. Selain itu untuk menghindarkan seseorang dari mengonsumsi makanan yang kurang layak atau munculnya jamur dari makanan kemasan yang dibeli, maka memerhatikan tanggal kadaluwarsa sangatlah perlu.
  8. Izin edar. Sebagian orang mungkin acuh terhadap hal ini, akan tetapi sangat berguna untuk memastikan produk makanan yang dikonsumsi memiliki mutu, kualitas serta kandungan gizi yang dijual terjamin keamanannya.
  9. Berat isi. Memastikan berapa banyak makanan yang dikonsumsi.

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2015, pengetahuan gizi mempunyai peran penting dalam menentukan seseorang membaca label kemasan suatu makanan. Seseorang yang memiliki pengetahuan gizi cenderung akan membaca informasi label gizi dalam memilih makanan berdasarkan kandungan gizinya.

Jangan Lupa baca Tabel Informasi Nilai Gizi

Tabel nilai gizi makanan kemasan bertujuan untuk memberikan informasi jumlah nilai gizi dalam suatu makanan kemasan, umumnya terdiri dari energi total, lemak total, protein, karbohidrat total, natrium, dan beberapa vitamin atau mineral tertentu yang dicantumkan sesuai jenis makanan kemasannya.

Akan tetapi bagi sebagian orang kurang mengerti tentang cara membaca atau mencerna nilai gizi dalam makanan kemasan tersebut.

Cara membaca nilai informasi nilai gizi (http://p2ptm.kemkes.go.id/)

Ingat GGL!

Hal yang tidak kalah penting saat mengonsumsi makanan kemasan adalah perhatikan GGL. Apa itu? GGL adalah Gula, Garam, dan Lemak yang terkandung dalam makanan kemasan tersebut.

Hindari mengonsumsi Gula lebih dari 50 gram, Garam (Natrium) lebih dari 2000 mg, dan Lemak total lebih dari 67 gram per orang per hari karena berisiko terjadinya hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung. Hal ini perlu diperhatikan dengan saksama dikarenakan selain mengonsumsi makanan kemasan, tentu Anda juga mengonsumsi makanan segar setiap harinya. Jika diakumulasikan semuanya dan jumlahnya ternyata berlebih, maka dapat mengakibatkan masalah kesehatan, seperti kegemukan dan penyakit degeneratif.

Selain hal-hal di atas, yang tidak kalah penting ketika memutuskan ingin mengonsumsi makanan kemasan adalah memastikan apakah kemasan makanan tersebut tidak rusak, cacat dan kedap udara. Hal ini disebabkan karena makanan kemasan dibuat dengan teknologi dan proses yang steril sehingga zat gizi dalam makanan kemasan tersebut terjaga.

Jika makanan kemasan tersebut cacat atau mengalami kebocoran maka bakteri atau kuman yang ada di udara dapat masuk ke dalam makanan dan mengontaminasi makanan tersebut sehingga bisa merusak mutu makanan dan jika berlangsung lama dapat membahayakan kesehatan.

Jangan abai terhadap hal sepele, karena bisa berdampak luas jika tidak ditangani dengan baik.

Sumber:

  • Huda QA, Andrias DR. SIKAP DAN PERILAKU MEMBACA INFORMASI GIZI PADA LABEL PANGAN SERTA PEMILIHAN PANGAN KEMASAN. Media Gizi Indones. 2018;
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Peraturan Badan pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2005;53:1689–99.
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. DIREKTORAT REGISTRASI PANGAN OLAHAN Badan POM RI 2019. 2019;
  • Miller LMS, Cassady DL. The effects of nutrition knowledge on food label use. A review of the literature. Appetite. 2015.
  • P2PTM Kemenkes RI. Cara Membaca Informasi Nilai Gizi [Internet]. http://p2ptm.kemkes.go.id. 2018 [cited 2020 Jul 4]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/bagaimana-cara-membaca-informasi-nilai-gizi
  • P2PTM Kemenkes RI. Pesan Kesehatan pada Label Makanan [Internet]. http://p2ptm.kemkes.go.id. 2018 [cited 2020 Jul 4]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/pesan-kesehatan-pada-label-makanan
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: