Minuman

6 Level Minuman yang Wajib Kamu Tahu

William Ben Gunawan
William Ben Gunawan

Prodi Gizi FK Universitas Diponegoro

Daftar Isi

““Our bodies are our gardens – our wills are our gardeners.”

— William Shakespeare —

Air merupakan penyusun utama dari tubuh kita. Pada tubuh seorang dewasa, kandungan air dapat mencapai 70%. Tidak dapat dipungkiri bahwa minuman yang kita konsumsi berkontribusi terhadap kesehatan kita. Ungkapan, “you are what you eat” mungkin sudah kurang relevan, karena “you are what you eat and drink”.

Berbicara mengenai minuman, Amerika menerapkan panduan baru dalam konsumsi minuman, yaitu level minuman. Tingkatan minuman ini merupakan pembagian minuman ke dalam 6 kategori, kemudian mengurutkannya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Minuman pada tingkat 1 adalah minuman yang harus dikonsumsi sebagai minuman utama, sedangkan minuman tingkat 6 adalah minuman yang konsumsinya sangat dibatasi karena berdampak pada kesehatan.

Level 1. Air Mineral

Konsumsi air mineral sangat penting untuk metabolisme serta fungsi fisiologis tubuh. Selain itu, air mineral dapat memberikan mineral-mineral esensial seperti kalsium, magnesium, dan fluor. Air mineral disarankan untuk dikonsumsi minimal 8 gelas per hari.

Level 2. Kopi dan Teh

Apabila tidak diberi tambahan apa pun, kopi dan teh merupakan minuman tanpa kalori dan kaya akan antioksidan, flavonoid, dan zat aktif lainnya. Disarankan untuk mengonsumsi kopi dan teh antara 2 – 4 cangkir per hari. Penambahan gula, krimer, whipped cream, dan lain-lain dapat mengubah kedua minuman ini menjadi minuman yang tidak terlalu sehat.

Level 3: Susu Rendah Lemak, Skim, dan Susu Kedelai

Susu merupakan sumber lemak, kalsium, dan vitamin D bagi anak-anak. Susu rendah lemak dan susu skim memiliki lebih sedikit lemak dibandingkan susu murni. Akan tetapi, susu rendah lemak tetap memiliki kalori yang cukup tinggi, sehingga konsumsi untuk orang dewasa dibatasi cukup 1 gelas per hari dan untuk anak-anak cukup 2 gelas per hari.

Level 4: Berpemanis Tanpa Kalori

Minuman diet seperti soda diet, biasanya menggunakan pemanis buatan tanpa kalori seperti aspartam, sakarin, atau sukralosa. Meskipun tidak memiliki kalori, minuman ini tidak dapat menggantikan air, bahkan tetap berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan karena rasa manis pada minuman jenis ini menimbulkan rasa puas dan kenyang yang lebih kecil dibandingkan glukosa. Konsumsi minuman ini dibatasi kurang dari 1 gelas per hari.

Level 5: Minuman Berkalori dengan Beberapa Zat Gizi

Kategori ini meliputi jus buah, susu, jus sayur, minuman bervitamin, dan minuman isotonik. Meskipun memiliki zat gizi, minuman-minuman ini tetap memiliki kalori yang cukup tinggi. Maka dari itu, konsumsinya dibatasi cukup ½ cangkir per hari.

Level 6: Minuman Manis Berkalori

Kategori ini merupakan jenis minuman yang paling tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi sehari-hari dalam jumlah besar. Contohnya adalah minuman ringan dan minuman yang menggunakan gula atau pemanis berkalori lainnya.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi minuman jenis ini dapat menyebabkan kegemukan dan juga berkaitan dengan penyakit metabolik. OLeh sebab itu, kategori minuman ini perlu dibatasi dengan ketat.

Setelah mengetahui 6 level minuman, mari kita mulai mengatur dengan bijak apa yang kita minum dalam keseharian kita. Ingat, “you are what you eat and drink, and you deserve to be healthy and happy”.

Daftar Istilah

susu yang bubuk susunya dibuat dengan menghilangkan sejumlah besar kandungan air dan lemak yang terdapat di dalamnya.

pemanis buatan rendah kalori yang memiliki rasa manis 200 kali lebih kuat dibandingkan dengan gula biasa pada umumnya.

pemanis tanpa kalori yang 300 kali lebih manis dibandingkan gula biasa.

pemanis buatan non kalori yang tingkat kemanisannya 2 kali lebih besar dibanding sakarin dan 3 kali lebih besar dibanding aspartam.

Sumber:

  • Popkin BM, Armstrong LE, Bray GM, Caballero B, Frei B, Willett WC. Commentary: A new proposed guidance system for beverage consumption in the United States. Am J Clin Nutr. 2006;83(3):529–42.
  • Simanjuntak BY. Berkontribusikah konsumsi minuman manis terhadap berat badan berlebih pada remaja? Aceh Nutr J. 2018;3(2):88–94.
  • Haning MT, Arundhana AI, and Muqni AD. The government policy related to sugar-sweetened beverages in Indonesia. Indian J. Community Health. 2016; 28(3): 222-227. Artikel dapat diakses di: https://iapsmupuk.org/journal/index.php/IJCH/article/download/679/679.
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana Thahir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: