Kesehatan dan 4 Faktor yang Memengaruhi Aktivitas Fisik

Dinda Tri Lestari
Dinda Tri Lestari

Departemen Gizi IPB

Table of Contents

“Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang terkadang kita abaikan. Tentunya untuk menjaga kesehatan ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan dari tubuh yang dihasilkan oleh otot skeletal yang diperlukan untuk pengeluaran energi. Aktivitas fisik memiliki berbagai manfaat yang dapat mempertahankan kualitas hidup, pemeliharaan kesehatan fisik maupun mental.

Aktivitas fisik berupa melakukan kegiatan sehari-hari seperti berjalan, bermain, menari, berkebun. Selain itu, melakukan olahraga secara rutin seperti melakukan push up, lari ringan, tennis, yoga, fitness, senam, bermain bola, dan angkat beban.

Dalam melakukan aktivitas fisik tidak hanya dalam bentuk olahraga namun dapat dilakukan saat kita berada ditempat kerja, ketika liburan di tempat rekreasi dan melakukan pekerjaan di rumah seperti mencuci, melipat pakaian, dan membersihkan rumah. Selain itu, aktivitas ini meningkatkan kemampuan daya ingat, lebih fokus, membantu dalam berfikir, dalam belajar, dan pengambilan keputusan. 

Jenis-jenis Aktivitas Fisik terkait Langsung dengan Kesehatan

Berdasarkan jenisnya, aktivitas fisik terbagi menjadi dua :

  1. Aerobik 

Aktivitas aerobik merupakan aktivitas fisik yang sebagian besar menggunakan otot yang berirama dan secara terus menerus, contohnya seperti otot lengan dan kaki. Menurut Center for Disease Control and Prevention , aerobik dengan perpaduan antara aerobik dan latihan otot yang dilakukan selama 30 sampai 60 menit, 3 sampai 5 kali dalam satu minggu dapat mengurangi terjadinya depresi serta dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak. Aktivitas aerobik dapat meningkatkan kerja dari kardiorspirasi yang dapat memasok energi ke otot-otot. Contoh aktivitas ini adalah berlari, berjalan, menari, bersepeda, dan berenang.  

2. Anaerobik 

Aktivitas anaerobik merupakan aktivitas yang dilakukan dalam durasi yang cukup singkat. Aktivitas ini juga biasa disebut dengan aktivitas tanpa oksigen. Aktivitas ini memperoleh energi dari otot yang berkontraksi terlepas dari oksigen yang dihirup. Contoh dari aktivitas anaerobik adalah angkat beban, lari sprint jarak pendek atau High Intensity Interval Training

Menurut WHO, berdasarkan tingkat intensitasnya, aktivitas fisik dibagi menjadi aktivitas fisik ringan, sedang, dan berat : 

1. Aktivitas fisik ringan

Pengertian aktivitas fisik ringan merupakan aktivitas fisik yang sebanding dengan aktivitas jenis aerobik yang mengalami perubahan tidak begitu berbeda pada jumlah hembusan nafas ketika kita tidak melakukan aktivitas fisik. Jangka waktu aktivitas ini dilakukan kurang dari 60 menit. Seperti berdiri, berjalan, melakukan pekerjaan rumah.

2. Aktivitas fisik sedang

Aktivitas fisik sedang adalah apabila seseorang melakukan kegiatan fisik sedang minimal lima hari atau lebih dengan durasi beraktivitas minimal 24 menit dalam satu minggu seperti berenang, bermain golf, berkebun.

3. Aktivitas fisik berat

Aktivitas fisik berat adalah kegiatan yang terus menerus dilakukan minimal selama 10 menit sampai denyut nadi dan napas meningkat lebih dari biasanya dengan durasi kurang lebih 75 menit 5-6 kali seperti lari cepat, menebang pohon, mencangkul, sepak bola, naik turun gunung dan bola voli.  

Kesehatan

Faktor faktor yang memengaruhi aktivitas fisik

1. Usia 

Pada usia anak-anak dan remaja aktivitas fisik cenderung lebih banyak. Secara alamiah usia anak-anak cenderung lebih aktif dalam beraktifitas seperti bermain karena anak-anak sangat tertarik pada permainan. Seperti bermain karet, bola, serta permainan tradisional lainnya yang dapat mengeluarkan energi yang cukup banyak. 

2. Jenis kelamin 

Mayoritas anak perempuan mengalami penurunan aktivitas fisik pada usia sekitar 10 tahun ke atas menjelang usia remaja diluar dari atlit. Hampir setiap negara mayoritas anak laki-laki cenderung lebih aktif daripada perempuan. 

3. Psikologi

Ketika seseorang terlibat dalam perencanaan aktivitas fisik akan lebih percaya diri dan lebih menanamkan nilai-nilai  peraturan seperti sikap positif terhadap aktivitas fisik dan menikmatinya, perasaan berkompetisi dan berprestasi. 

4. Asupan Makanan

Asupan makanan dapat mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja dan orang dewasa dan berpengaruh terhadap keseimbangan energi secara keseluruhan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kurang bergizi seperti junkfood dapat meningkatkan penumpukan lemak yang dapat menyebabkan terjadinya kegemukan. Jika terjadi kegemukan, tubuh akan sulit bergerak dan seseorang akan lebih cenderung mengurangi aktivitasnya. Terutama jika disertai dengan stres yang akan meningkatkan hormon ghrelin sehingga seseorang selalu merasa lapar dan ingin makan terus-menerus.

Rekomendasi aktivitas fisik berdasarkan usia untuk menjaga kesehatan

Berdasarkan standar aktivitas fisik yang telah direkomendasikan oleh WHO  sebagai berikut :

  1. Anak –anak dan remaja usia 5-17 tahun 

Melakukan aktivitas fisik sedang setidaknya 60 menit setiap hari karena aktivitas fisik dengan jumlah lebih dari 60 menit setia hari dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan. Selain itu, melakukan kegiatan yang dapat memperkuat otot dan tulang minimal 3 kali dalam seminggu. 

2. Orang dewasa  di usia 18-64 tahun 

Melakukan aktivitas fisik lebih dari 150 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang atau setidaknya 75 menit dengan intensitas berat sepanjang minggu. Bisa juga mengkombinasikan aktivitas fisik berat dan sedang dalam seminggu. Untuk meningkatkan kondisi kesehatan, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga 300 menit dalam seminggu.  

3. Dewasa di usia 65 tahun ke atas

Aktivitas fisik yang perlu dilakukan pada orang dewasa adalah sekitar 150 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan aktivitas fisik intensitas berat dalam seminggu. Untuk memperoleh manfaat yang lebih, seseorang dapat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 300 menit selama seminggu

Sumber :

  • Brown JC, Kerri WS, Lee Augustine, Schmitz KH. 2012. Cancer, Physical Activity, and Exercise. Compr Physiol. 2(4) : 2775-809.
  • CDC. 2014. How much physical activity do children need? Physical Activity from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/.
  • Horsch, Wobman H, Kriemler S, Munsch S, Borloz S, Bals S, Vidal PM, Puder JJ. 2015. Impact of physical activity on energy balance, food intake and choice in normal weight and obese children in the setting of acute social stress: a randomized controlled trial. BMC Pediatrics. 15:12
  • WHO. 2018. Global Recomendations on Physical Activity For Health. Geneva: WHO Press. http://apps.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity.
  • Sumber gambar: freepik.com
Editor
Editor

Asriadi Masnar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: