Gizi Seimbang

Pentingnya Menerapkan Gizi Seimbang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru COVID-19

Choirun Nissa, S. Gz, M. Biomed.
Choirun Nissa, S. Gz, M. Biomed.

Dosen Prodi S1 Ilmu Gizi STIKes Widya Cipta Husada Malang (nissachoirun88@gmail.com)

“Permasalahan COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai, sehingga kita harus dapat menjaga diri kita sendiri. Salah satunya adalah dengan meningkatkan imunitas melalui konsumsi makanan bergizi seimbang.

Menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, masyarakat diharuskan mampu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus covid-19. Menurut Kementerian Kesehatan RI, di dalam dokumen pedoman pencegahan pengendalian coronavirus disease (covid-19), menjaga sistem imun adalah hal yang penting dalam melawan penyakit COVID-19, terutama untuk mengurangi dampaknya terhadap penyakit penyerta (komorbid). Salah satu hal yang dapat meningkatan imunitas diri adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

Ada pepatah mengatakan “come to nutritionist, so you will keep you away from doctor”, ini berarti jika kita patuh pada saran ahli gizi dalam menjaga pola makan, maka dapat menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit. Menurut Walsyukurniat (2020) bahwa makanan bergizi dan seimbang mampu menjaga daya tahan tubuh agar tidak menurun selama masa pandemi covid-19.

Pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Pedoman Gizi Seimbang dan menyebutkan bahwa gizi seimbang merupakan penyempurnaan dari Pedoman Empat Sehat Lima Sempurna, Dalam Pedoman dijelaskan bahwa gizi seimbang memiliki empat pilar yaitu konsumsi makanan yang beranekaragam, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan mempertahankan serta selalu memantau berat badan dalam batas normal. Untuk memudahkan pemahaman masyarakat maka keempat pilar tersebut dijabarkan dalam 10 pesan gizi seimbang sebagai berikut:

10 pesan Gizi Seimbang

1. Syukuri dan Nikmati Anekaragam Jenis Makanan

Syukuri dan nikmati anekaragam makanan ini mengandung arti bahwa kita harus mengkonsumsi beraneka ragam makanan karena tidak ada satu bahan makananpun yang memiliki kandungan zat gizi secara lengkap. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk menganekaragamkan makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Mensyukuri berarti kita harus bersyukur terhadap makanan yang sudah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

 

2. Banyak Makan Sayuran dan Cukup Buah-buahan

Sayur dan buah menjadi penting sebagai sumber vitamin, mineral dan serat. Sesuai dengan anjuran “Isi Piringku”, konsumsi minimal 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan per hari agar bisa mendapatkan manfaat vitamin, mineral, dan serat.

 

3. Konsumsi Lauk-pauk Berprotein Tinggi

Isi piringku juga menganjurkan agar lauk pauk yang merupakan makanan sumber protein seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, tahu, tempe dan kacang-kacangan harus dikonsumsi secara bergantian setiap hari.

 

4. Konsumsi Aneka Ragam Makanan Pokok

Kita juga perlu menganekaragamkan jenis makanan pokok yang kita makan setiap harinya. Misalnya hari ini kita makan nasi sebagai makanan pokok, besok boleh kita ganti dengan nasi jagung, beras merah, roti, mi, kentang atau ubi.

 

5. Batasi Konsumsi Makanan Manis, Asin dan Berlemak

Makanan yang terlalu manis dan berlemak tentu tidak baik bagi kesehatan. Terlalu banyak konsumsi maknan manis, asin dan berlemak tinggi dapat menyebabkan penumpukan kalori dan menjadi obesitas sehingga dapat berpotensi menyebabkan kejadian penyakit-penyakit metabolik degeneratif. 

 

6. Biasakan Sarapan Pagi Sebelum Beraktivitas

Membiasakan sarapan setiap pagi sebelum beraktivitas ternyata memiliki makna yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Sarapan dapat memberikan energi dan zat gizi bagi kita untuk menjalankan aktivitas sehari. Melewatkan sarapan hanya akan membuat risiko obesitas menjadi lebih besar. Hal ini dikarenakan jika kita melewatkan sarapan maka biasanya kita akan sangat lapar di siang hari dan membuat kita makan lebih banyak jumlah makanan pada siang hari.

 

7. Minum Air Putih Yang Cukup dan Aman

Tidak hanya jenis makanan saja yang harus diperhatikan, tetapi juga minuman yang kita konsumsi. Minum air putih lebih baik dibandingkan minum minuman yang manis, dan air putih harus dikonsumsi minimal 1,5 – 2 L per hari. Sumber air putih yang bersih dan dalam jumlah yang cukup akan membantu metabolisme dalam tubuh kita.

 

8. Biasakan Baca Label Pada Kemasan Makanan

Membiasakan diri membaca label pada makanan kemasan sebelum kita membeli juga menjadi hal yang tidak kalah penting, dikarenakan dengan membaca label kita akan mengetahui komposisi bahan dan zat gizi apa saja yang terkandung dalam makanan tersebut. Kita bisa tahu berapa banyak jumlah kalori dan zat gizi dalam makanan tersebut, serta kelayakan konsumsi melalui pengamatan tanggal kadaluarsanya.

 

9. Biasakan Cuci Tangan Dengan Sabun dan Air Mengalir

Membiasakan perilaku hidup bersih salah satunya dengan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan akan menghindarkan kita dari berbagai penyakit infeksi seperti diare, keracunan makanan dan penyakit lain yang penularannya terjadi mealui kontak fisik. 

 

10. Berolahragalah Secara Teratur dan Jaga Berat Badan Normal

Aktivitas fisik perlu dilakukan secara rutin setiap hari misalnya 30 menit per hari. Jenis aktivitas fisik yang kita lakukan bisa dipilih sesuai dengan kegemaran dan kemampuan kita misalnya lari pagi, bersepeda, senam atau jenis olahraga yang lain. Selain berolahraga secara rutin, kita juga harus membuat tubuh kita lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari misalnya memilih menggunakan tangga daripada lift, memilih jalan kaki daripada naik kendaraan apabila bepergian dalam jarak dekat, membersihkan rumah/kamar sendiri. Olahraga secara teratur akan membantu kita dalam mencapai dan menjaga berat badan ideal.

Sumber:

  • Chih-Cheng Lai a , Yen Hung Liu b , Cheng-Yi Wang b , Ya-Hui Wang c , Shun-Chung Hsueh d , Muh-Yen Yen e,f , Wen-Chien Ko g , Po-Ren Hsueh. Asymptomatic carrier state, acute respiratory disease, and pneumonia due to severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2): Facts and myths. Journal of Microbiology, Immunology and Infection Volume 53, Issue 3, June 2020, p 404-412Kemenkes RI. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI; 2014
  • Walsyukurniat Zendrato. Gerakan Mencegah Daripada Mengobati Terhadap Pandemi Covid -19. Jurnal Education and Development, 8 No.2 Edisi Mei 2020
  • Kementerian Kesehatan RI (2020). Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian.
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana Thahir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: