Kombinasi 2 Jenis Diet yang Efektif Menurunkan Berat Badan

Daftar Isi

“Kombinasi Diet Intermittent Fasting dan Keto disinyalir dapat dengan cepat mengurangi berat badan. Bahkan menerapkan pola diet ini dapat memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan.

Secara global, satu dari sepuluh anak hingga remaja pada rentang umur 5-17 tahun mengidap obesitas. Seorang anak dan remaja dikatakan obesitas adalah ketika Indeks Massa Tubuh (IMT) nya berada pada atau di atas 95 persentil, yaitu sekitar 18 kg/m2 untuk anak usia 5 tahun dan 29 kg/m2 untuk remaja usia 17 tahun.

Di Indonesia, berdasarkan data prevalensi terbaru, terdapat 8% anak di bawah 5 tahun yang memiliki berat badan berlebih. Tentunya hal ini perlu dicegah dengan melakukan segala intervensi, terutama karena masalah ini mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Penyebab utama obesitas adalah rendahnya aktivitas fisik yang dibarengi dengan meningkatnya asupan makanan yang tinggi kalori. Seorang yang terkena obesitas di usia remajanya, mempunyai peluang 40-80% menjadi obes ketika dewasa. Jika tidak ditangani, mereka akan memiliki risiko inflamasi dan stres oksidatif, dua faktor penyebab resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan gangguan sindrom metabolik yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan hati, bahkan kanker.

Kombinasi Diet yang Ampuh Turunkan Berat Badan

Puasa dan diet adalah langkah efektif untuk pencegahan. Keduanya terbukti ampuh dengan mekanismenya masing-masing yang saling bersinergi. Dengan berpuasa, tubuh akan mengeliminasi asupan kalori secara bertahap. Sedangkan dengan diet, kita dapat melakukan modifikasi tipe dan komposisi zat gizi dengan atau tanpa pembatasan besarnya kalori yang masuk ke tubuh.

Intermittent fasting terdiri dari beberapa pilihan metode. Adapun yang paling populer dilakukan adalah metode 16/8, yaitu diperbolehkan makan dalam rentang waktu 8 jam lalu dilanjutkan dengan berpuasa selama 16 jam. Sedangkan, diet keto adalah diet ketogenik di mana tubuh hanya mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein dalam jumlah moderat, namun minim karbohidrat (kurang dari 50 gr/hari) tanpa adanya batasan jumlah kalori.

Diet keto dapat meningkatkan efektivitas puasa dalam menurunkan berat badan. Dalam proses metabolisme, tubuh mampu menguraikan lemak untuk membentuk keton sebagai sumber energi alternatif. Pada saat kita berpuasa atau saat menjalani diet IF, hal serupa terjadi di mana tubuh mengambil cadangan lemak sebagai sumber bahan bakar utama pengganti karbohidrat.

Kombinasi inilah yang menyebabkan lemak tubuh jauh lebih banyak berkurang, menurunkan keingingan untuk makan, membentuk massa otot yang baik, yang berujung pada penurunan berat badan secara signifikan.

Namun, jika dirasa tidak mampu menjalankan dua jenis diet ini secara bersamaan, terutama bagi orang yang mempunyai masalah  kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit jantung, ibu hamil dan menyusui, maka sebaiknya tidak melakukan kombinasi diet ini.

Memulai Diet Ini Tidaklah Sulit!

Bagi pemula yang ingin mencoba, mungkin hal berikut bisa untuk dijadikan contoh ketika ‘berbuka’ puasa setelah melakukan IF:

  • Pilihan terbaik adalah jenis whole foods atau makanan yang tak melewati proses berlebih, seperti gandum utuh, buah, sayur, dan kacang-kacangan.
  • Opsi lain bisa dengan makanan berindeks glikemik rendah, yaitu protein salad, telur, alpukat, protein shake, makanan fermentasi, ikan, daging, sup atau kaldu tulang, dan lemak sehat (minyak zaitun atau minyak kelapa).

Selain menurunkan berat badan, banyak keuntungan lain yang didapat dari proses ketosis yang terjadi ketika melakukan puasa dan diet rendah karbohidrat ini, seperti meningkatkan pencegahan risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan fungsi otak dan kontrol gula darah. Berat badan terjaga, tubuh semakin sehat! Tertarik untuk mencoba?

Daftar Istilah

Pengaturan asupan makanan di mana tubuh hanya mengonsumsi makanan tinggi lemak, moderat protein, namun minim karbohidrat (kurang dari 50 gr/hari) tanpa adanya batasan jumlah kalori

Angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu makanan

Suatu substansi hasil dari proses ketosis

Proses metabolik di mana tubuh mencerna lemak untuk membentuk substansi yang disebut keton yang bertujuan sebagai sumber energi alternatif

Metode makan dengan siklus antara pembatasan asupan kalori (berpuasa) dengan konsumsi makanan secara normal selama periode waktu tertentu

Sumber:

  • Pulungan, A. B. (2019). Intermittent fasting and low-carbohydrate diet to improve cardiovascular risk factor in obese adolescent. APJPCH : Asia Pacific Journal of Pediatrics and Child Health, vol.2, 1–11.
  • Collier, R. (2013). Intermittent fasting: the science of going without. CMAJ : Canadian Medical Association Journal = Journal de l’Association Medicale Canadienne, 185(9), 363–364. https://doi.org/10.1503/cmaj.109-4451
  • Moro, T., Tinsley, G., Bianco, A., et al. (2016). Effects of eight weeks of time-restricted feeding (16/8) on basal metabolism, maximal strength, body composition, inflammation, and cardiovascular risk factors in resistance-trained males. Journal of Translational Medicine, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12967-016-1044-0
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana Thahir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: