Obesitas

Cegah Obesitas dengan Gizi Seimbang

Yayuk Eka Cahyani
Yayuk Eka Cahyani

Alumni Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

Daftar Isi

Obesitas menjadi permasalahan yang dihadapi manusia di abad ke 21 yang menyerang usia produktif. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), obesitas merupakan risiko bagi kematian global terkemuka.”

Kelebihan berat badan dan obesitas membunuh lebih banyak orang daripada kekurangan berat badan. Hal ini didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Permasalahan ini dinyatakan sebagai salah satu dari sepuluh masalah kesehatan utama di dunia dan kelima teratas di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.

Masalah Obesitas di Indonesia

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia, prevalensi obesitas di usia ≥18 tahun meningkat menjadi 21,8%. Hal ini akan meningkatkan penyakit tidak menular (PTM) di usia produktif yang akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. Masalah ini dapat menimbulkan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, stroke, kanker dan lain-lain. Prevalensi gangguan metabolisme terkait diet seperti obesitas, intoleransi glukosa, peningkatan darah tekanan, dan dislipidemia meningkat karena asupan makanan yang tidak seimbang di kalangan remaja.

Obesitas dikaitkan dengan pola konsumsi makanan yang buruk seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis, tinggi kalori, tinggi garam, dan makanan yang berlemak. Kurangnya mengonsumsi serat dari buah dan sayur dan meningkatnya konsumsi jajanan yang kurang sehat menyebabkan hal ini yang terjadi pada kaum milenial semakin meningkat.

Dari hasil Riskesdas 2018, tercatat hanya 5% penduduk Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayur dalam porsi ideal. Selain itu, aktivitas fisik juga menjadi penyebabnya. Kebiasaan malas bergerak atau sedentary life juga mengakibatkan obesitas pada kaum milenial. Dari hasil Riskesdas 2018, tercatat 33,5% penduduk Indonesia usia >10 tahun dinyatakan kurang beraktivitas fisik.

Gizi Seimbang Cegah Obesitas

Pencegahan dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Penerapan gizi seimbang dalam sehari-hari sangat diperlukan untuk mencegah obesitas pada kaum milenial.

Gizi seimbang merupakan suatu susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

Kaum milenial haruslah sehat dan produktif dengan upaya penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan yang dapat dilakukan juga di antaranya ialah meningkatkan konsumsi serat dari buah dan sayur, membatasi konsumsi gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh), dan lemak (5 sendok makan).

Biasakan membaca label pada kemasan pangan untuk mengetahui informasi tentang kandungan zat gizi dan tanggal kadaluwarsa, meningkatkan aktivitas fisik yaitu 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu dan memantau berat badan untuk mencegah kenaikan berat badan. Solusi ini menjadi tips untuk mencegah obesitas pada kaum milenial. Selain itu, peranan penting dari para orang tua, guru, petugas puskesmas dan masyarakat menjadi penting dalam keberhasilan pencegahan obesitas pada kaum milenial.

Sumber:

  • Kementerian Kesehatan. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tentang Pedoman Gizi Seimbang, 1–96. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
  • Kim, J., & Lim, H. (2019). Nutritional Management in Childhood Obesity. Journal of Obesity & Metabolic Syndrome, 28(4), 225–235. https://doi.org/10.7570/jomes.2019.28.4.225
  • Massey-Stokes, M. (2002). Adolescent Nutrition: Needs and Recommendations for Practice. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 75(6), 286–291. https://doi.org/10.1080/00098650209603957
  • Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/1 Desember 2013
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana Thahir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: