Markisa

Manfaat Kulit Buah (Albedo) Markisa Kuning Terhadap Kesehatan

Dhuha Itsnaini Adi, S.Gz., M.Kes
Dhuha Itsnaini Adi, S.Gz., M.Kes

Dosen di FKM Universitas Jember

Daftar Isi

Jika  ada bagian dari buah yang selama ini hanya menjadi limbah karena ketidaktahuan kita, maka kulit buah markisa kuning adalah salah satunya.

Mengenal buah eksotik dari Amerika

Markisa merupakan buah yang berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika Latin. Namun juga telah banyak dibudidayakan di daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara.

Di Indonesia terdapat dua jenis markisa, yaitu markisa ungu (passiflora edulis) yang tumbuh di dataran tinggi, dan markisa kuning (passiflora flavicarva) yang tumbuh di dataran rendah.

Buah ini terdiri dari sekitar  45%  kulit  buah  dan  55%  bagian  yang  dapat  dimakan dari bobot buah segar. Tidak seperti buah pada umumnya, buah ini sangat jarang dikonsumsi secara langsung sebab rasanya yang masam. Oleh karena itu, buah markisa lebih populer sebagai produk sirup. Dengan morfologi buah  yang kulitnya mewakili hampir setengah dari massa buah, terbayang kan berapa banyak limbah yang dihasilkan dari industri pengolahan sirup buah ini? 

Ada ga sih manfaat kulit buah markisa bagi kesehatan?

Buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral dan serat penting bagi tubuh. Buah ini terdapat dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017 dimana dalam tiap 100 g bagian dapat dimakan (BDD) mengandung 1,4 mg besi; 27 mg kalsuim; 453,8 mg kalium; 0,02 mg vitamin B1;  2,0 mg vitamin B3 (niasin); 10 mg vitamin C dan 11,4 g serat.

Lalu bagiamana dengan kulit buahnya?

Khasanah pengetahuan yang tidak terbatas terus menerus menguji rasa penasaran manusia akan segala hal yang dilihatnya. Studi-studi terus dilakukan untuk menjawab keingintahuan manusia, termasuk tentang kulit buah markisa ini, yang merupakan salah satu limbah yang dihasilkan selama pengolahan markisa.

Limbah yang dihasilkan selama pengolahan markisa sebagian besar terdiri dari kulit dan biji . Beberapa penelitian menunjukkan, kulit buah markisa yang tadinya merupakan limbah industri ternyata dapat diolah menjadi serbuk ataupun tepung yang mengandung pektin (serat larut air) yang cukup banyak dan tentunya bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan serat dari kulit markisa kuning tergantung dari jenis produknya, apakah dalam bentuk tepung atau jus. Sebuah studi di Brazil menunjukkan dalam 30 g tepung kulit markisa kuning mengandung 17,4 g serat yang terdiri atas 6,3 serat larut air dan 11,1 g serat tidak larut air.

Sedangkan penelitian di Indonesia terhadap jenis markisa kuning yang dibudidayakan di wilayah Malakaji Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa  kandungan serat pada tepung kulit markisa kuning adalah 29,64 g tiap 100 g.

Namun ketika diolah menjadi jus dengan formula 40gram kulit markisa yang ditambahkan gula dan air 200 ml kemudian dimasak ternyata mengandung protein 0,89 gr, karbohidrat 2,06 gr, serat kasar 12,64 gr dan pektin 2,75 gr.

Beberapa studi menunjukkan adanya kandungan pektin dalam kulit buah markisa kuning ini. Studi yang dilakukan pada wanita berusia antara 30 dan 60 tahun yang mengalami  hiperkolesterolemia menunjukkan  bahwa tepung kulit buah markisa kuning dapat menurunkan kadar kolesterol total dan Low Density Lipoprotein(LDL) secara signifikan.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa tepung kulit markisa mampu menurunkan triasilgliserida, meningkatkan High Density Lipoprotein (HDL). HDL ini dikenal sebagai kolestrol baik. Sedangkan LDL adalah kolesterol jahat. Selain itu penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa tepung kulit markisa mampu menurunkan gula darah puasa  pada pasien diabetes mellitus tipe 2 secara signifikan.

Di Indonesia, sebenarnya penelitian tentang manfaat kulit markisa kuning terhadap kesehatan masih sangat jarang. Namun studi yang dilakukan oleh penulis sendiri di salah satu Puskesmas di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini tentang efek kulit buah markisa kuning yang diolah menjadi jus untuk melihat efeknya terhadap kadar HDL dan LDL penderita diabetes melitus.

Dari hasi penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi HDL pada kelompok yang diberikan jus kulit markisa kuning meningkat rata-rata 6,85 mg/dL sedangkan tingkat HDL pada kelompok kontrol menurun 8,50 mg/dL. Begitupun untuk kadar LDL pada kelompok kontrol menurun rata-rata 6,15 mg/dL dan kelompok kontrol meningkat rata-rata 2,8 mg / dL. Meskipun secara statistik menunjukkan bahwa perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak signifikan.

Apa sih Pektin dan Mengapa Bisa Memperbaiki Profil Lipid dan Glukosa Darah?

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa efek positif kulit buah markisa terhadap kesehatan karena adanya kandungan pektin yang terdapat di dalamnya.

Pektin, adalah salah jenis serat pangan yang larur air.  Salah satu sifat khas serat larut air, termasuk pektin adalah membentuk gel jika dipanaskan dalam bentuk cairan begitupun ketika memasuki saluran pencernaan kita.

Sifat gel inilah yang memberikan efek positif terhadap kesehatan. Dengan membentuk gel, pektin dapat menurunkan penyerapan lemak dan kolesterol darah. Pektin juga mampu mengikat asam empedu yang dapat meningkatan eksresi kolseterol darah melalui feses, sehingga dapat mengurangi risiko untuk penyakit seperti diabetes, dislipidemia, obesitas dan penyakit kardiovaskuler.

Sumber:

  • Adi DI. The Effect of Yellow Passion Fruit Peel Juice (Passiflora edulis f. flavicarpa deg.) on HDL and LDL Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients in the Working Area of Teppo Health Centre Pinrang Regency. Indian Journal of Public Health Research & Development. 2019;10(4):984-9.
  • Da Silva, J. K., Cazarin, C. B. B., Junior, S. B., Augusto, F. & Junior, M. R. M. 2014. Passion fruit (Passiflora edulis) peel increases colonic production of short-chain fatty acids in Wistar rats. LWT-Food Science and Technology, 59, 1252-1257.
  • Ramos, A. T., Cunha, M. A. L., Sabaa-Srur, A. U., Pires, V. C. F., Cardoso, A. A., Diniz, M. D. F. & Medeiros, C. C. M. 2007. Use of Passiflora edulis f. flavicarpa on cholesterol reduction (Abstrak).  Revista Brasileira de Farmacognosia, 17, 592-597
  • Sumber gambar: https://freepik.com
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: