Hidup Sehat Tanpa Sariawan

drg. Indah Suasana Wahyuni, Sp.PM
drg. Indah Suasana Wahyuni, Sp.PM

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran

Daftar Isi

“Sariawan adalah penyakit rongga mulut yang sering dialami. Selain nyeri, penderita sariawan merasakan demam, dan sangat mengganggu fungsi mulut. Lama sembuh bisa bervariasi, kadang lama kadang cepat, tergantung kondisi individu.”

Sariawan ditandai dengan luka cekung berwarna putih, cenderung berbentuk bulat atau oval, atau tidak beraturan, namun jarang menimbulkan perdarahan. Sariawan yang sering ditemukan di masyarakat terdapat bermacam-macam, tiga di antaranya, yang akan dibahas kali ini adalah: sariawan berulang, sariawan terkait infeksi virus, dan sariawan karena trauma. 

Ketiga sariawan tersebut memiliki perbedaan mendasar, namun pada dasarnya memerlukan penanganan yang hampir sama, yaitu gaya hidup yang sehat. Penegakan diagnosa pasti dan terapi penyakit RAS ini dapat dilakukan oleh dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis penyakit mulut.

Sariawan berulang

Sariawan berulang banyak ditemukan di usia produktif/dewasa muda yaitu (20-30 tahun), namun mulai muncul sejak usia remaja (11-15 tahun), dan mendekati usia 40 tahun semakin jarang kambuh. Sariawan berulang pada usia anak-anak jarang ditemukan, kecuali berkaitan dengan infeksi virus, dan akan dipaparkan pada bagian berikutnya. 

Sariawan yang sangat sering kambuh dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Bahasa kedokteran penyakit sariawan berulang ini adalah Recurrent apthous stomatitis (RAS), yang artinya sariawan ini sering muncul atau berulang, tiba-tiba atau disertai pemicu, seperti tergigit, namun seringkali penderitanya tidak menyadari penyebabnya. Jika dalam satu tahun penderita mengalami lebih dari 4 kali episode, maka terdapat kemungkinan menderita sariawan jenis RAS ini.

Pada dasarnya penderita sariawan jenis ini tampak sehat dan dapat menjalankan aktifitas sehari-hari, hanya kadang-kadang mengalami sariawan yang dapat sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Sariawan jenis ini dapat ditemukan di bibir/pipi bagian dalam atau tepi dan permukaan balik/bawah lidah, namun jarang pada permukaan atas lidah, gusi dan langit-langit keras mulut. 

Pencegahan sariawan jenis RAS ini dapat dilakukan dengan menelusuri faktor yang mungkin dapat memicu munculnya sariawan tersebut, yaitu: faktor genetik, gangguan sistem imunitas, ketidakseimbangan asupan nutrisi dan hidrasi, defisiensi faktor hematinik, trauma, gangguan sistem pencernaan, stress dan faktor hormonal.

Faktor genetik dikatakan memegang peranan penting, namun tidak dapat dikendalikan. Jika seseorang mengalami sariawan jenis ini, dapat ditelusuri bahwa penyakit yang sama juga diderita oleh orang tua atau anggota keluarga sedarah lainnya. Sedangkan faktor imunitas, nutrisi, dan hidrasi merupakan hal yang dapat dikendalikan, salah satunya adalah menjaga asupan nutrisi sehat seimbang, dan kecukupan hidrasi (air 2 liter sehari), serta aktif bergerak dan rutin berolahraga, sehingga daya tahan tubuh terjaga dengan baik.

Jika pemicu sariawan ini adalah gangguan sistem pencernaan, atau defisiensi faktor hematinik (kadar zat besi, asam folat, vitamin B-6, dan B-12 rendah), maka diperlukan bantuan dokter spesialis untuk mengatasinya. Faktor pemicu sariawan berupa faktor hormonal biasanya diketahui jika munculnya sariawan berkaitan dengan kejadian menstruasi penderita, sehingga dapat disarankan untuk berkonsultasi dan mendapat pertolongan dokter. 

Faktor stress juga dikatakan sangat mempengaruhi kejadian dan kekambuhan sariawan, sehingga penderita perlu melakukan upaya manajemen stress mandiri, atau jika perlu dengan bantuan psikolog. 

Sariawan jenis RAS ini tidak dapat disembuhkan karena bersifat genetik, namun dapat dikurangi frekwensi, lama, dan derajat keparahannya saat kambuh. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gaya hidup sehat, cukup makanan bergizi seimbang, asupan air 2 liter per hari, manajemen stress, serta rutin berolahraga. Asupan makanan dan dukungan multivitamin yang dapat diberikan untuk mencegah kekambuhan atau mempercepat penyembuhan terutama yang banyak mengandung faktor hematinik, seperti daging merah, sayuran hijau, dan alpukat.

Sariawan terkait infeksi virus

Infeksi virus rongga mulut muncul pada saat daya tahan tubuh penderitanya sedang menurun, sehingga sering disebut juga sebagai infeksi oportunistik. Virus yang sering menyebabkan sariawan adalah herpes. Sariawan jenis ini sering ditemukan pada anak-anak karena daya tahan tubuh yang belum matang serta karena asupan nutrisi dan hidrasi yang seringkali kurang memadai. 

Sariawan jenis herpes juga dapat terjadi berulang, namun yang membedakan dengan sariawan jenis RAS adalah pada sariawan ini diawali dengan gejala demam, diikuti munculnya sariawan terutama pada daerah gusi, permukaan atas lidah, dan langit-langit keras.

Sariawan jenis ini dapat sembuh sendiri dengan upaya meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu: cukup istirahat, asupan nutrisi hidrasi yang memadai, serta jika perlu dapat diberikan pereda demam dan multivitamin. Sariawan jenis ini biasanya berlangsung 7-10 hari, semakin baik daya tahan tubuh, maka akan semakin ringan gejalanya dan lebih cepat sembuh.

Sariawan jenis ini dapat kambuh kembali beberapa kali dalam setahun, atau tidak muncul sama sekali seumur hidup. Jika seseorang sudah pernah sekali mengalami sariawan jenis ini, maka tubuhnya akan membentuk antibodi yang bertugas mencegah serangan berulang. Dengan demikian karena setiap gangguan imunitas tubuh dapat memicu kekambuhan sariawan jenis ini, maka penting bagi penderitanya untuk selalu menjaga daya tahan tubuhnya.

Sariawan karena trauma atau benturan

Sariawan jenis ini biasa disebut sebagai ulkus traumatik. Penampilan secara klinis di rongga mulut hampir sama dengan sariawan jenis lain, namun perbedaan utama terletak pada penyebab yang dapat diketahui yaitu trauma, dapat berupa benturan/tergigit, karena goresan tepi gigi tiruan yang tajam ataupun karena panas atau zat kimia tertentu. Sariawan jenis ini jarang kambuh, hanya sesekali dialami, kecuali penderita mengalami sariawan jenis RAS maka trauma ini dapat menyebabkan kekambuhan RAS. 

Upaya penanganan sariawan ini dengan menghilangkan faktor penyebab tersebut yang sudah diketahui. Sariawan yang terjadi akan lebih cepat sembuh jika daya tahan tubuh penderitanya baik. 

Dapat disimpulkan bahwa sariawan adalah penyakit yang sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang, sehingga perlu dijaga gaya hidup tetap sehat dan seimbang. Masih terdapat beberapa sariawan jenis lain yang juga dapat ditemukan di masyarakat, namun akan dibahas pada waktu mendatang. Terima kasih, semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber:

  • Odel EW. Cawson’s essentials of oral pathology and oral medicine, 9th edition. Elsevier: China. 2017. Halaman: 235-240; 255-258.
  • Piskin S, Sayan C, Durukan N, Seno M. Serum iron, ferritin, folic acid, and vitamin B12 levels in recurrent aphthous stomatitis. 2002. JEADV. Vol. 16. Halaman: 66–67.
  • Martins HDD, Pinto PS, Lyra TC, Ferreira VYN, Bonan PRF. Acute herpetic gingivostomatitis in adult patients. Revista Cubana de Estomatología. 2018. Vol. 55(4). Halaman: 1-6.
  • Sumber gambar: https://lampuhijau.com
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: