Stunting? cegah dengan Pos Penting Sehat Mapan

Desi Yanti, SKM. MKM
Desi Yanti, SKM. MKM

Penulis adalah Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka. Selain itu, penulis juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PERSAGI Kab. Bangka dan aktif sebagai Anggota DPD PERGIZI PANGAN Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Daftar Isi

“Rendahnya asupan makanan bergizi pada ibu hamil dan rendahnya pengetahuan ibu tentang makanan yang tepat bagi anak usia 0-23 bulan menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian stunting di Indonesia.”

Studi pemantauan konsumsi gizi tahun 2016-2017 melaporkan 7 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengkonsumsi kalori dan protein yang jauh lebih rendah dari kebutuhan hariannya. Sementara itu 7 dari 10 balita mengkonsumsi makanan rendah kalori dan 5 dari 10 balita kurang menkonsumsi protein.

Asupan makanan bergizi selama 1000 hari pertama kehidupan yang tidak adekuat adalah salah satu faktor langsung penyebab terjadinya stunting pada balita. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan intervensi gizi spesifik dengan sasaran kelompok pada 1000 hari pertama kehidupan (1000-HPK).

Dikutip dari The Lancet, setidaknya ada 14 intervensi gizi yang berdampak besar mengurangi stunting sebesar 20%. Dengan syarat apabila cakupan intervensi ini mencapai 90% yaitu intervensi pada kelompok 1000-HPK mulai dari  ibu hamil, ibu menyusui, anak usia 0-6 bulan dan anak usia 7-23 bulan.

Salah satu intervensi  pada kelompok 1000-HPK anak usia 0-23 bulan yaitu praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan cara pemberian ASI dan MP ASI,  dan  asupan gizi seimbang pada ibu hamil melalui Pos Penting Sehat Mapan seperti yang telah dilakukan di Kabupaten Bangka. 

Kenali Faktor Penyebab Stunting

Permasalahan stunting di Indonesia
sumber: katadata.co.id

Stunting bukan sekedar perawakan pendek saja. Stunting adalah kondisi fisik yang terlihat pendek bukan hanya karena gangguan pertumbuhan tapi juga karena terjadi gangguan metabolisme dan gangguan kognitif yang akan berdampak terhadap kecerdasan  anak dan kualitas  SDM suatu bangsa.

Penyebab stunting adalah rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi. Pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktek pemberian makanan bayi dan anak, serta rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih.

Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada 1000 HPK

Untuk  memastikan kesehatan yang baik dan gizi cukup pada 1000-HPK, asupan zat gizi mikro dan protein sangat penting. Pembentukan otak, membangun tinggi badan potensial terjadi pada periode ini, yaitu pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu.

Selama kehamilan kebutuhan gizi ibu hamil meningkat  yang diimbangi dengan kenaikan berat badan ibu hamil.  Ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan antara 11.5 Kg sd 16,0 Kg apabila IMT pra hamil nya normal yaitu antara 18.5 sd 25.

Setelah lahir sampai usia 24 bulan memerlukan gizi seimbang yang ada didalam ASI dan MPASI.  Dalam Rekomendasi  standar makanan anak  usia 0-24 bulan menurut WHO adalah  IMD segera setelah lahir, ASI Eksklusif usia 0-6 bulan, MPASI usia 6-24 bulan dan melanjutkan menyusu sampai usia 2 tahun.

MP ASI  tidak hanya terkait ketersediaan makanan dari pangan lokal yang mengandung menu 4 bintang (makanan pokok, lauk, kacang kacangan, dan sayuran). Namun juga harus memperhatikan syarat-syarat MPASI dari segi frekuensi, jumlah, tekstur,  jenis, aktif dan kebersihan.

Apa itu "Pos Penting Sehat Mapan"?

Untuk mengatasi masalah stunting diperlukan upaya pendidikan gizi masyarakat. Terutama dalam upaya mengubah perilaku pemenuhan asupan zat gizi bagi ibu hamil dan baduta. Hal ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi seimbang untuk ibu hamil dan baduta dari pangan lokal yang ada disekitar.

Pos Penting Sehat Mapan adalah singkatan dari Pos Pencegahan Stunting Seribu Hari Pertama Kehidupan adalah suatu  terobosan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yang dmulai sejak tahun 2019. Kegiatan ini adalah salah satu upaya intervensi gizi spesifik  daerah dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Bangka terhadap sasaran pada kelompok 1000-HPK.

Kabupaten Bangka ditetapkan menjadi daerah prioritas intervensi stunting nasional pada tahun 2019. Prevalensi stunting di desa lokus stunting berdasarkan hasil Riskesdas 2013 yaitu 32,27 %. Salah satu penyebab langsung terjadinya stunting di Kabupaten Bangka adalah masih rendahnya asupan gizi ibu hamil. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan konsumsi gizi dimana persentase kecukupan energi ibu hamil  mengalami defisit ringan selama dua tahun terakhir dari 75,8%, (2016) menjadi 73,6% (2017). Masalah lainnya adalah  cakupan ASI eksklusif dan MP-ASI yang masih rendah. 

Pos Penting Sehat Mapan sebagai suatu wadah atau kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyasar ibu hamil dan ibu baduta dengan mempraktikkan PMBA. Kegiatan lainnya adalah melakukan  pendidikan gizi masyarakat dengan perubahan perilaku dalam pemenuhan asupan zat gizi ibu hamil dan baduta melalui edukasi gizi.

Edukasi gizi yang dilakukan antara lain pesan gizi seimbang ‘isi piringku’, dan praktik pola hidup bersih dan sehat (PHBS).  Selain itu ada pelatihan masak menu gizi seimbang untuk ibu hamil dan menu MP-ASI 4 bintang yang akan dimakan bersama dengan memanfaatkan pangan lokal desa setempat. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari.

Kegiatan yang berlangsung selama 12 hari tersebut melibatkan stakeholder terkait intervensi stunting seperti Dinas Pemberdayaan perempuan, KB dan Perlindungan Anak, Pokja 3 PKK Kabupaten Dinas Pangan dan dari Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Jurusan Kebidanan. Materi edukasi kepada ibu hamil dan ibu baduta antara lain tentang pola asuh, cara mengolah menu keluarga yang sehat, menu Beragam Bergisi Seimbang dan Aman (B2SA ) untuk pangan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Pos Penting Sehat Mapan ini dilaksanakan bertahap di 14 desa lokus stunting di Kabupaten Bangka dengan memanfaatkan dana desa untuk penurunan stunting. Diharapkan dengan kegiatan ini akan menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka dan mencegah balita stunting baru, sehingga dapat menjadi program percontohan upaya penanggulangan stunting berdasarkan kearifan lokal di daerah masing-masing.

Sumber:

  • Izwardi, Doddy 2018, Praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Untuk Perubahan Perilaku Pemenuhan Asupan Gizi Anak Dalam upaya Pencegahan Stunting  14 November 2018, Tangerang.
  • Marlene M Corton, Kenneth Leveno, Steven Bloom, John Hauth , Dwight Rouse, Catherine Spong in Williams Obstetrich, 23rd Edition,2009,  Penerbit Mc Graw Profesional.
  • Sumber gambar: https://kendaripos.co.id/2020/02/pemkab-busel-fokus-cegah-stunting/
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: