radikal

Lawan Radikal Bebas dengan Asupan Gizi Seimbang

Daftar Isi

“Berolahraga baik untuk kesehatan, namun ini menghasilkan produk sampingan berupa radikal bebas. Untuk mengimbanginya dibutuhkan asupan gizi seimbang, yang bisa diperoleh dari berbagai jenis buah dan sayuran.”

Masih ada sebagian orang menganggap olahraga dapat membakar kalori, namun tidak memberikan perhatian lebih terhadap asupan dan pola makan. Ada anggapan tak masalah makan junk food yang memiliki kalori dan lemak yang tinggi, asalkan tetap berolahraga, karena kalori dari makanan tersebut dapat dieliminasi melalui olahraga. Ada bahaya yang mengancam karena pola pikir semacam ini. 

Proses metabolisme dan aktivitas sehari-hari melibatkan serangkaian proses dalam tubuh dengan hasil sampingan berupa radikal bebas. Radikal bebas merupakan zat yang berdampak buruk bagi tubuh yang dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis.

Dengan meningkatnya aktivitas fisik, misalnya olahraga, akan meningkatkan produksi radikal bebas di  dalam tubuh.

Apa Dampak Buruk Radikal Bebas?

Radikal bebas jika bertemu dengan lemak jahat, yang biasa disebut Low Density Lipoprotein (LDL), dapat menyebabkan timbunan lemak di dinding pembuluh darah. Timbunan lemak di dinding pembuluh darah dapat berakibat buruk bagi kesehatan. 

Agar mudah memahami hal ini, bayangkan dinding pembuluh darah yang memiliki timbunan lemak sebagai sebuah pipa saluran pembuangan yang berkerak. Kerak ini akan mengganggu laju air dalam pipa tersebut. Apalagi jika keraknya semakin tebal sehingga pipa tersumbat atau buntu. Air tak bisa mengalir.

Pembuluh darah kondisinya sama. Jika pembuluh darah menyempit atau buntu, sementara jantung senantiasa memompa darah, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika pecah di jantung akan menimbulkan serangan jantung, dan menyebabkan serangan stroke jika terjadi di otak.

Tangkal Radikal Bebas dengan Makanan Tinggi Antioksidan

Beruntung sekali, tubuh dapat memerangi radikal bebas ini dengan produksi antioksidan endogen. Dikatakan endogen karena tubuh dapat menghasilkan sendiri antioksidan tersebut tanpa asupan makanan kaya antioksidan atau suplemen dari luar tubuh. 

Namun, jika radikal bebas dalam tubuh meningkat, kita tak bisa hanya mengandalkan antioksidan endogen. Belum lagi jika kita berada di lingkungan yang berpolusi, baik karena asap rokok ataupun berada di jalanan yang padat kendaraan bermotor. Hal-hal tersebut juga merupakan sumber radikal bebas.

Kita membutuhkan dukungan antioksidan dari luar tubuh atau antioksidan eksogen supaya tubuh dapat menetralisir radikal bebas tersebut. Sehingga jika ingin aktif berolahraga maka sangat penting untuk menerapkan pola makan yang baik dan benar, khususnya mengonsumsi makanan dengan antioksidan yang tinggi. 

Makanan Sumber Antioksidan

Buah beri kaya antioksidan (foto: jppn.com)

Konsumsi makanan sumber antioksidan menjadi penting saat kita berolahraga.  Makanan tinggi antioksidan banyak terdapat pada sayur dan buah yang mengandung vitamin A, C, dan E.  Vitamin A banyak terdapat pada sayur dan buah berwarna oranye hingga merah (mangga, labu, wortel), dan hijau tua (sawi hijau, bayam, kangkung, daun singkong).  Sementara Vitamin C terdapat hampir pada seluruh buah. Sedangkan Vitamin E banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau tua dan kecambah seperti taoge.

Anjuran makan sayur dan buah terdapat pada Pesan Umum Gizi Seimbang dan Tumpeng Gizi Seimbang.  Kita dianjurkan makan sayur 3 – 5 porsi dan buah 2 – 3 porsi sehari.  Dengan mengonsumsi sayur dan buah, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan, tetapi juga serat, vitamin, mineral, dan air.

Dengan berolahraga teratur, disertai pola makan gizi seimbang yang tinggi antioksidan, maka tubuh akan mencapai derajat kesehatan yang maksimal. Tubuh menjadi sehat dan bugar.

Sumber:

  • Simioni, Carolina, Giorgio Zauli, Alberto M. Martelli, Marco Vitale, GianniSacchetti, Ariana Gonelli, dan Luca M. Neri. 2018. Oxidative Stress: Role of Physical Exercise and Antioxidant Nutraceuticalsin Adulhood and Aging. Oncotarget, Vol. 9, (No. 24), pp: 17181-17198, 2018.
  • Berawi, Khairun Nisa dan Theodora Agverianti. 2017. Efek Aktivitas Fisik pada Proses Pembentukan Radikal Bebas sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis. Jurnal Majority Vol. 6 No. 2: 85-90, Maret 2017.
  • Sinaga, Rika Nailuvar. 2014. Olahraga dan Radikal Bebas. Jurnal Unimed Vol. 7 No. 2: 329-336, September 2014.
  • Sumber gambar: https://blog.mybalancemeals.com/health/healthy-eating/how-to-eat-a-balanced-diet/
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: