Cegah Sakit Saat Musim Hujan, Lakukan 4 Hal Sederhana Ini!

Daftar Isi

“Kadang kala gejala-gejala penyakit ikut bermunculan seiring dengan datangnya musim hujan. Karena itu, saat ia datang, Anda harus siap! Pertahankan agar tubuh tetap sehat. Anda tidak ingin ketika sakit, lantas dikira COVID-19 bukan?”

Musim hujan biasanya datang di akhir tahun hingga kuartal pertama tahun berikutnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aturan ini sepertinya tidak berlaku lagi. Hujan dengan intensitas besar dapat datang di awal, pertengahan, atau akhir tahun. Bahkan antar daerah di Indonesia juga sangat bervariasi waktunya.

Meskipun tidak ada kaitan langsung, saat musim hujan, berbagai macam penyakit kadang kala bermunculan, baik itu batuk, flu, tipoid, demam berdarah, malaria, diare, atau bahkan leptospirosis.

Sebenarnya, sakit dapat terjadi kapan saja apabila pemicunya ada, tidak harus saat musim tertentu. Namun pada saat musim hujan, risiko paparan terhadap lingkungan yang tidak bersih menjadi meningkat. Misalnya melalui banjir, air tergenang tempat nyamuk berkembang biak, meluapnya air got, volume sampah meningkat ataupun melalui kondisi-kondisi tidak higienis lainnya.

Karena musim hujan saat ini tidak menentu, bisa datang kapan saja, maka Anda harus mempersiapkan diri agar masalah-masalah kesehatan tersebut tidak muncul. Ya, Anda harus siap sepanjang tahun! 

Ada empat langkah sederhana yang dapat Anda lakukan:

1. Terapkan Gizi Seimbang

Zat gizi yang diperoleh dari makanan memiliki peran untuk mengaktifkan sel-sel yang terlibat dalam produksi antibodi dan fitur-fitur sistem imun lainnya bekerja secara optimal. Saat tubuh diserang oleh kuman/bakteri patogen dari lingkungan luar, tubuh memiliki mekanisme untuk melawan dan tentu membutuhkan energi untuk memfungsikannya.

Oleh sebab itu, saat sakit, kebutuhan energi dan zat-zat gizi lainnya juga ikut meningkat. Makan yang cukup dan berkualitas akan dapat mempertahankan kondisi sehat dan bugar, termasuk menyediakan simpanan energi yang dapat digunakan kapan saja.

Saat musim penghujan tiba, biasakan konsumsi banyak sayur-mayur dan buah-buahan. Beberapa vitamin dan mineral dari makanan seperti vitamin A, vitamin C, zink, selenium, dan asam folat memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh kita. Baik itu sistem kekebalan bawaan (innate immune system) maupun sistem kekebalan adaptif (adaptive immune system).

Sistem kekebalan bawaan merupakan garda terdepan yang pertama kali menghalau serangan mikroorganisme pembawa penyakit. Namun, yang paling efektif untuk melawan adalah sistem kekebalan adaptif karena jika sistem kekebalan ini aktif maka antibodi telah terbentuk dan Anda dapat terlindungi untuk waktu yang lama. Mengonsumsi makanan sumber vitamin dan mineral setiap hari dapat memperkuat sistem kekebalan tersebut.

Saat musim hujan, pola makan dapat berubah. Orang cenderung ingin yang cepat saji seperti mie instan. Sayangnya, makanan seperti ini mengandung rendah zat gizi. Ketika konsumsi zat gizi tidak seimbang, respon imun dapat terganggu. Respon imun yang terganggu akan dapat memperparah kondisi fisik seseorang, termasuk status gizinya. Tentu kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit penyerta lainnya.

2. Hujan Membuat Anda Murung? Kelola Stres dengan Baik

Anda perlu menjaga dan mengelola kondisi psikologis Anda kapan pun dan di mana pun. Bagaimana tidak, tekanan emosi, psikis, maupun bentuk stres lainnya ternyata dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda lebih mudah sakit.

Untuk kondisi tertentu, misalnya saat hujan, gelap, salju turun, ataupun saat matahari terik, mental emosional dan mood kadang kala ikut terpengaruhi. Menurut para peneliti, kondisi ini dikenal gangguan afektif musiman (seasonal affective disorder) yang dapat memicu terjadinya perubahan hormonal dan fisiologis. Misalnya saja, ada orang yang menganggap hujan turun itu sebagai cuaca buruk.

Perasaan galau dan tidak senang yang dialami orang ini dapat menurunkan kadar hormon serotonin, zat pengatur perasaan dan rasa bahagia. Jika terjadi dalam waktu yang lama dan sering, tentu akan berdampak negatif terhadap kestabilan emosi dan perasaan yang bisa mengarah pada depresi dan gangguan mental.

Apalagi di tengah mewabahnya kasus COVID-19, stres dapat diperparah dengan perasaan bosan tinggal di rumah, ketakutan berlebihan terkena COVID-19, atau tidak memiliki penghasilan akibat kehilangan pekerjaan. Kondisi paranoid dan tertekan juga ikut mengganggu sistem kekebalan tubuh. Akibatnya kita akan mudah terserang penyakit yang datang dari sumber lainnya.

Jaga mood dengan melakukan aktivitas-aktivitas bermanfaat yang dapat dilakukan saat hujan. Aktivitas seperti membaca buku, menulis, bermain bersama anak-anak maupun hal-hal bermanfaat lainnya tentu berguna mencegah stres.

3. Pelihara Daya Tahan Tubuh, Optimalkan Peran Bakteri dalam Usus Anda

Bakteri (mikrobiota) dalam saluran pencernaan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi manusia dengan memberikan rangsangan terhadap sistem imun. Bakteri ini membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat dengan menghadang masuknya bakteri patogen dan organisme asing lainnya ke dalam tubuh. Di saat yang bersamaan, bakteri usus membantu mencegah penyakit autoimun akibat infeksi virus dan bakteri.

Saat bakteri usus dalam kondisi tidak seimbang, disebut disbiosis, maka bakteri patogen lebih leluasa melakukan serangan. Perkuat komunitas bakteri usus dengan mengonsumsi makanan-makanan sumber serat pangan. Serat pangan adalah sumber energi utama bakteri usus, sehingga mereka dapat membantu proses metabolisme, memaksimalkan penyerapan zat gizi, dan membantu produksi komponen-komponen bioaktif lainnya.

4. Tetap Berolahraga Meskipun di dalam Rumah

Tidak diragukan lagi berolahraga yang teratur memberi efek positif terhadap kesehatan. Tidak hanya memperlancar proses metabolisme tetapi juga dapat mempertahankan kestabilan mood Anda. Hasilnya, Anda tidak mudah terkena penyakit.

Lantas bagaimana melakukan olahraga dengan teratur saat musim hujan tiba? Tentu Anda tidak ingin berolahraga sambal diguyur hujan bukan? Yang ada malah Anda jatuh sakit. Banyak pilihan olahraga yang bisa dilakukan saat di rumah (indoor), misalnya stretching/peregangan, berjalan cepat atau berlari ringan dengan berkeliling rumah, atau Anda dapat menggunakan tangga dengan berlari naik turun beberapa kali.

Bagi ibu rumah tangga, aktivitas fisik sedang-berat sudah cukup untuk mengganti olahraga. Aktivitas fisik tersebut dapat berupa mencuci ataupun menyapu seluruh bagian dalam rumah. Baik aktivitas fisik maupun olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin minimal selama 30 menit setiap hari.

Jadi mari bersama jaga kesehatan dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kelola stres, perkuat bakteri usus dan rutin olahraga!

Sumber:

  • Swari RC. 2018. 6 Penyakit yang Sering Menyerang di Musim Hujan. hallosehat.com
  • Wu HJ and Wu E. 2012. The role of gut microbiota in immune homeostasis and autoimmunity. Gut Microbes. 3(1): 4-14.
  • Maggini S, Pierre A, and Calder PC. Immune function and micronutrient requirements change over the life course. Nutrients. 10(10): 1531.
  • Kemenkes RI. 2017. Agar tetap bugar saat musim hujan. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Diakses pada tanggal 20 Juni 2020.
  • Sumber gambar: janethes.com
Editor
Editor

Nurbaya, S.Gz., M.Gizi

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: