4 Pilar Gizi Seimbang yang Wajib Dipahami

Daftar Isi

“Pernah dengar kata Empat Sehat Lima Sempurna? Ini adalah slogan makanan bergizi yang digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 1955. Namun slogan ini tidak digunakan lagi karena sudah tidak relevan.”

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna dibuat untuk sebagai kampanye agar masyarakat paham tentang pola makan yang sehat yang terdiri dari 4 unsur gizi sehat makanan yang terdiri atas makanan pokok (karbohidrat), lauk pauk (protein dan lemak), sayur-mayur dan buah-buahan (vitamin dan mineral). Lalu disempurnakan dengan mengonsumsi susu.

Saat ini yang digunakan adalah Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang menjelaskan tentang 10 pesan gizi seimbang yang tercakup dalam 4 (empat) pilar gizi seimbang. Prinsip ini pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang dikonsumsi dan yang digunakan.

Empat pilar gizi seimbang tersebut adalah mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, mempertahankan dan memantau berat badan normal. Yuk ketahui 4 pilar gizi seimbang ini lebih saksama.

1. Mengonsumsi Makanan Beragam Agar Terpenuhi Semua Zat Gizi

Makan makanan beraneka ragam sangat penting karena tak ada satu jenis makanan yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, kecuali ASI (air susu ibu) untuk bayi sampai umur 6 bulan. Pola makan gizi seimbang berarti mengonsumsi makanan sumber zat gizi makro (seperti karbohidrat, lemak, protein) serta makanan sumber zat gizi mikro (seperti vitamin dan mineral).

Dalam kehidupan sehari-hari, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam artinya mengonsumsi makanan yang terdiri atas makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber lemak dan protein, serta sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Dengan demikian kekurangan zat gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi dari makanan lain sehingga diperoleh masukan zat gizi yang seimbang.

2. Pentingnya Pola Hidup Aktif dan Berolahraga

Sangat penting untuk rutin melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga yang merupakan salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan asupan energi dalam tubuh. Aktivitas fisik berperan dalam memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi.

Kajian sistematik yang dilakukan oleh Reiner dkk. menunjukkan bahwa rutin melakukan aktivitas fisik memberikan dampak positif jangka panjang bagi tubuh dan dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, serta penyakit yang berhubungan dengan penuaan seperti Alzheimer dan dimensia.

Penelitian ini menyebutkan bahwa mereka yang mengurangi durasi aktivitas fisik hariannya cenderung mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, sementara yang  tetap mempertahankan aktivitas fisiknya tidak mengalami penambahan berat badan. Karena itulah, sangat disarankan melakukan aktivitas fisik (misalnya, jalan cepat atau bersepeda selama 4560 menit) sebagai rutinitas harian untuk mempertahankan berat badan.

3. Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Konsumsi gizi seimbang saja belum cukup tanpa adanya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS merupakan pola hidup masyarakat yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seluruh anggota keluarga. PHBS adalah upaya preventif pada masyarakat. Dengan PHBS, kita dapat mencegah penyakit infeksi yang menjadi salah satu faktor penyebab yang mempengaruhi status gizi seseorang. Karena itulah pola hidup bersih dan sehat sangat penting dalam menunjang gizi seimbang.

4. Memantau Berat Badan Normal

Yang dimaksud dengan berat badan normal adalah apabila setelah menimbang berat badan dan dihitung Indeks Massa Tubuh (IMT)nya, diperoleh hasil antara 18,5 25,0. Untuk bayi, pemantauan berat badan bayi dan balita adalah dengan memperhatikan grafik pertumbuhannya pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Anak dinyatakan sehat jika berat badannya naik setiap bulan. Grafik berat badan anak akan mengikuti garis pertumbuhan atau kenaikan berat badan sama dengan kenaikan berat badan minimum atau lebih yang masih berada di dalam pita hijau pada buku KMS.

Sebagian besar penyakit tidak menular terkait-gizi berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Karena itulah sangat penting menjaga berat badan normal. Salah satu cara mempertahankan berat badan normal ini adalah menerapkan prinsip gizi seimbang secara utuh.

Sumber:

  • Reiner M, Niermann C, Jekauc D, Woll A. Long-term health benefits of physical activity – A systematic review of longitudinal studies. BMC Public Health. 2013;13(1):1–9.
  • Aditianti A, Prihatini S, Hermina H. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Individu Tentang Makanan Beraneka Ragam sebagai Salah Satu Indikator Keluarga Sadar Gizi (KADARZI). Bul Penelit Kesehat. 2016;44(2):117–26. Kemenkes RI.
  • Permenkes RI Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Kemenkes RI 2014 p. 1–19.
  • Sumber gambar: www.p2ptm.kemkes.go.id/
Editor
Editor

Andi Imam Arundhana Thahir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: