Sistem Pelayanan yang “WOW” bagi Ibu Hamil di Jepang

Daftar Isi

“Saya tidak perlu mengkonsumsi tablet penambah darah? Ya, kau tidak butuh itu. WOW!”

“Kesejahteraan yang merata adalah hak bagi setiap individu yang tinggal di Jepang.” Kalimat ini merupakan slogan yang dapat dirasakan selama hidup di Jepang terutama bagi mereka yang berkebutuhan khusus termasuk wanita hamil. Sejak menyandang status sebagai ibu hamil, berbagai pelayanan dan fasilitas menjadi prioritas bagi ibu hamil di Jepang. Pelayanan tersebut menjadi sangat wow karena kehamilan merupakan hal yang sangat didukung bahkan menjadi prioritas utama Pemerintah Jepang, mengingat angka kelahiran terus menurun sejak tahun 90-an.

Tunjangan Kehamilan dan Pasca Hamil

Pemerintah Jepang mencanangkan program pendukung sejak tahun 1994 yang bernama Angel Plan, kemudian di tahun 1999 program tersebut berubah nama menjadi  New Angel Plan, di tahun 2009 program tersebut tidak berubah namun ditambahkan program baru yakni Plus One Policy yang dimaksudkan untuk membangun keluarga dengan “penambahan satu” anggota keluarga. Salah satu program pendorong tersebut adalah tunjangan pemeriksaan kehamilan.

Setelah melaporkan diri sebagai ibu hamil di kantor pemerintah setempat dengan membawa surat keterangan dari dokter kandungan, para ibu hamil akan mendapatkan satu tas paket berisi flyer-flyer­ informasi seputar kehamilan, stiker ibu hamil yang bisa ditempelkan di kendaraan, gantungan kunci penanda sedang hamil agar mendapatkan kursi prioritas di kendaraan umum, buku kupon pemeriksaan dan buku cek kondisi pre-dan postnatal yang dikenal dengan buku Kesehatan Ibu dan Anak bila di Indonesia. Buku KIA di Jepang ada versi Bahasa Indonesianya loh!

Buku Kupon pemeriksaan tujuannya untuk mendapatkan pelayanan gratis selama kehamilan, seperti pemeriksaan gigi selama kehamilan. Selain itu ada kupon untuk pemeriksaan kanker bagi ibu hamil, kesehatan gigi dan mulut bagi anak sampai denga usia 1 tahun serta kupon untuk melahirkan nantinya dan saat melahirkan, pemerintah akan memberikan subsidi setara 50 juta rupiah (kurs per juni 2020) di luar tunjangan khusus untuk keluarga prasejahtera.

Standar Pelayanan Kehamilan Terarah

Selain tunjangan dana, fasilitas lain yang bisa dinikmati adalah program penguatan melalui divisi Family Support/  dukungan keluarga. Divisi ini membuka layanan konsultasi masalah kejiwaan, masalah keuangan, serta masalah-masalah yang dapat menjadi beban pikiran para ibu hamil.

Misalnya, jika hamil anak ke dua, mereka akan sibuk mencarikan solusi jika misalnya anak pertama masih susah berpisah dari orang tua. Selain itu program lain khusus ibu hamil seperti Maternity Yoga/ Yoga untuk ibu hamil yang diinstrukturi oleh bidan. Divisi ini ingin memastikan Ibu hamil terhindar dari stress yang bisa mempengaruhi kejiwaan Ibu hamil untuk menghindari baby blues atau gangguan kehamilan lain pasca melahirkan.

Di pihak rumah sakit, divisi obgyn serta dokter penanggung jawab selalu memastikan ibu hamil dalam kondisi yang normal: pemeriksaan kehamilan yang telah dijadwalkan oleh pemerintah merupakan rujukan untuk dipenuhi yakni sebanyak 14 kali pemeriksaan : Trimester I sekali sebulan, Trimester II dua kali sebulan, Trimester III sekali seminggu. Pemeriksaan urin dan darah yang terlah terjadwalkan beberapa kali selama kehamilan dan berbagai pemeriksaan standar yang wajib dilakukan selama hamil.

Fasilitas Pemeriksaan yang Mutakhir

Setiap kali pemeriksaan kehamilan di Jepang, ibu hamil akan dihadapkan oleh pemeriksaan USG Transvaginal yang mana itu sangat tidak nyaman namun sangat akurat. Berbagai alat robotic dan media memudahkan dokter dan ibu hamil mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin.

Hasil USG abdominal yang lebih jelas (4D) sering kali membuat para ibu hamil di Indonesia menjadi iri dikarenakan hasil usg 4D di Indonesia masih terbilang cukup mahal, sehingga jika ingin hasil USG 4D tidak bias setiap bulan, ada momen khusus seperti usia kehamilan 1 bulan, 7 bulan atau bahkan saya janin siap lahir, hasil USG 4G bagi sebagian orang merupakan momen yang patut dikenang.

Ibu Hamil bukan Orang Sakit

Di Indonesia, pemberian tablet Fe/ zat besi bagi ibu hamil adalah kewajiban selama kehamilan itu berlangsung, baik kadar Hb (haemoglobin) ibu normal apalagi yang kurang. Di Jepang, pemberian tablet Fe hanya dilakukan jika kadar Hb ibu hamil tidak mencapai batas normal. Bukan hanya itu, suplemen-suplemen lain pun tidak diresepkan termasuk susu ibu hamil. Hal tersebut didasari oleh pemikiran bahwa ibu hamil cukup mendapatkan zat besi pada asupan sehari-hari. Sehingga  tidak memerlukan tambahan supplement jika belum butuh.

Hal itulah yang menjadi pengalaman sebagain besar ibu hamil di Jepang, pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah saya tidak perlu mengkonsumsi tablet penambah darah atau yg lainnya? “ akan dijawab sambil senyum “Ya, kau tidak butuh itu.” Lebih tepatnya belum butuh.

Di Jepang, sebagian besar masyarakat mempercayai bahwa kehamilan bukan suatu penyakit namun kondisi yang membutuhkan perhatian lebih. Maka dari itu juga asuransi kesehatan tidak dapat mengklaim kondisi hamil justru tunjangan diberikan oleh Family Support.

Petugas Kesehatan sebagai Pelayan

Masa pemulihan normalnya lima hari di setiap rumah sakit di Jepang, sehingga selama lima hari tersebut, ibu yang telah melahirkan wajib untuk stay di rumah sakit tanpa pendampingan keluarga. Ya, tidak ada fungsi keluarga di rumah sakit selain menemani ibu postpartum yang kadar hormonnya belum stabil, namun hal itu tidak diizinkan oleh pihak rumah sakit, sebab petugas kesehatan di rumah sakit akan siap siaga selama 24 jam untuk melayani segala yang dibutuhkan oleh sang ibu.

Penutup

Keistimewaan menjadi ibu hamil di Jepang sangat didukung dari berbagai multisectoral, bukan hanya dari fasilitas dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dari berbagai program pemerintah termasuk penyediaan transportasi khusus melayani ibu hamil.

Sumber:

  • Cabinet Office. (2019a). Annual Report on the Declining Birthrate 2019 (Summary) June 2019 (Vol. 2019, Issue June).
  • Cabinet Office. (2019b). Efforts to Deal with Declining Birthrate (Issue 65).
  • Osawa, E., Akiyama, Y., Yamagata, Z., & Ojima, T. (2019). National campaign to promote maternal and child health in 21st-century Japan:Healthy Parents and Children 21. Journal of the National Institute of Public Health, 68(1), 2–7. https://doi.org/10.20683/jniph.68.1_2
  • Unno, N. (2011). The Perinatal Care System in Japan. JMAJ 54(4): 234–240, 2011, 139(4), 234–240. https://doi.org/10.20683/jniph.68.1_2
  • InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Pregnancy and birth: Do all pregnant women need to take iron supplements? 2009 Dec 22 [Updated 2018 Mar 22]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279574/
  • Sumber gambar: www.janethes.com/
Editor
Editor

Asriadi Masnar, S.Gz., GradDip. (FS. Tech)., M.Sc

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: