Anak

4 Alasan Utama Anak Harus Diberi ASI

Daftar Isi

“Saya pernah dengar dari salah satu dosen saya saat kuliah dulu bahwa anak manusia cocoknya air susu dari ibu bukan air susu induk sapiMasuk akal!”

Tidak diragukan lagi air susu ibu (ASI) merupakan sumber zat gizi yang utama dan sempurna bagi anak. Melimpahnya zat gizi dan bioaktif lainnya dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi yang baru lahir, termasuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bayi dapat terhindar dari penyakit infeksi di awal kehidupan. Sedikitnya ada 4 alasan utama mengapa para orang tua hendaknya menyapih anaknya dengan ASI saja di usia 6 bulan pertama dan tidak memberikan susu formula.

1. ASI bermanfaat untuk semua Bayi

ASI menyediakan standar penjagaan yang optimal bagi bayi, mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini dikarenakan ASI tidak hanya mengandung zat gizi makro, vitamin dan mineral, tetapi juga memiliki komponen bioaktif yang sangat kompleks yang tidak dapat diperoleh secara bersamaan dari  bahan pangan apa pun.

Lantas bagaimana dengan ibu dengan anak yang lahir prematur?

Anak yang lahir prematur disebabkan karena ibunya kekurangan zat gizi sehingga janin tidak dapat tumbuh optimal di dalam kandungan. Maka logikanya, kandungan zat gizi ASI dari ibu tersebut akan kekurangan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Menariknya, kadar ASI dari ibu dengan anak yang lahir prematur justru cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian melalui pemberian yang tepat. Ya, jadi ibu tidak perlu khawatir dengan kondisi anaknya dan berikan ASI saja kepada si bayi agar supaya anak dapat mencapai ketertinggalan pertumbuhannya. Dalam sebuah sumber ilmiah, kandungan protein, lemak, dan energi ASI prematur lebih baik dibandingkan dengan ASI normal.

Karena ASI cocok diberikan kepada bayi dengan kondisi medis apa pun, maka tidak ada alasan bagi ibu tidak memberikan kepada anaknya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan dampak negatif ASI bagi bayi.

2. ASI mengandung oligosakarida (HMO), sumber makanan bakteri baik di dalam usus

Human milk oligosaccharides (HMO) adalah satu komponen bioaktif dalam ASI yang tidak dimiliki oleh susu formula dan memiliki berbagai manfaat, termasuk menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi. Sistem pencernaan yang sehat adalah yang memiliki keseimbangan mikrobiota (bakteri) usus, kematangan imun, dan fungsi penghalang yang aktif (gut barrier function) untuk melindungi diri dari bakteri patogen.

HMO adalah sumber energi bakteri di dalam usus, mikroorganisme yang berguna dalam proses perkembangan dan pertumbuhan bayi. Bakteri usus akan “mengedukasi” sistem imun sehingga bayi lebih siap melawan serangan bakteri patogen. Selain itu, bakteri ini dapat membantu proses metabolisme energi, penyerapan zat gizi, dan sintesis vitamin. Dengan memberikan ASI, secara alamiah bayi akan memperoleh perlindungan dari dalam tubuhnya, menghindarkan mereka dari risiko penyakit-penyakit infeksi.

Menariknya, HMO ini hanya ada di dalam ASI dan tidak ditemukan di susu formula. Jika anak Anda mengalami diare, cara yang bisa dilakukan adalah memberikan ASI secara teratur dan lebih sering dari biasanya sampai anak dapat pulih. Melalui pemberian ASI, HMO akan dapat memulihkan kesehatan sistem pencernaan. Selain itu, pemberian ASI dapat menghindarkan anak Anda dari dehidrasi dan lemas akibat kurang energi.

Di samping itu, ASI akan juga memperkuat imunitas tubuh secara umum, melindungi bayi terhadap infeksi dan inflamasi (peradangan). ASI mengandung makrofag, sel T, sel induk, dan limfosit yang memberikan perlindungan dalam melawan invasi patogen penyebab infeksi.

3. Menyusui, kesempatan memberikan rangsangan positif bagi anak

Saat menyusui anak, sebenarnya sedang terjadi kontak fisik dan psikis ibu-anak. Waktu-waktu menyusui sebaiknya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para Ibu untuk memberikan rangsangan positif bagi anak mereka.

Saat menyusui, ibu bisa membisikkan kata-kata positif, lantunan Al’Qur’an, lagu, ataupun sumber-sumber rangsangan suara untuk anak agar otak dan panca indranya lebih terlatih. Ibu yang sering membacakan anaknya buku di saat menyusui, anaknya akan cepat berbicara, memiliki respon motorik dan kognitif yang lebih baik.

4. Menyusui memberikan rasa tenang bagi Ibu

Bagi para ibu, proses menyusui berkontribusi terhadap psikologis mereka. Kadang kala ibu merasakan stres pasca persalinan, dan dapat bertahan hingga beberapa lama. Dengan menyusui, kecemasan, stres, dan mood negatif dapat direduksi karena terjadi ikatan batin ibu-anak. Kontak batin membuat ibu lebih santai, hormon penghilang stres meningkat, mengurangi tekanan darah, dan mengurangi aktivitas detak jantung sehingga ibu lebih tenang. Saat menyusui hormon okstosin juga ikut keluar dan hormon ini akan berinteraksi dengan neurotransmitter- pengatur respon tubuh terhadap stres.

Masalah yang mungkin ditemui ibu ketika tidak/jarang menyusui adalah pembengkakan payudara. Biasanya di pekan awal setelah persalinan, volume ASI meningkatkan dan payudara akan terasa sangat penuh. Jika tidak dikeluarkan maka dapat menyebabkan oedema (pembengkakan) yang disertai dengan rasa sakit.

Melihat begitu banyaknya manfaat menyusui bagi anak dan juga ibu, tidak ada alasan lagi ibu tidak memberikan ASInya. Berbagai kendala seperti ASI kurang, ASI tidak keluar atau ibu sedang sakit bukanlah alasan yang bisa diterima. Karena di sisi lain, hak anak Anda untuk mendapatkan sumber zat gizi yang optimal dan lengkap akan hilang dan terlewatkan begitu saja dan tentu ini merugikan masa depan anak-anak. Setelah memberikan ASI, sebaiknya Anda juga memahami praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Tidak diragukan lagi kegiatan menyusui ini memberikan efek positif terhadap kesehatan Anda dan bayi. Jadi buat para Ibu, tetap menyusui ya!

Sumber:

  • Ballard O and Morrow AL. 2013. Human milk composition: nutrient and bioactive factors. Pediatr Clin North Am. 60(1): 49-74. DOI: 10.1016/j.pcl.2012.10.002.
  • Cheng et al., 2020. More than sugar in the milk: human milk oligosaccharides as essential bioactive molecules in breast milk and current insight in beneficial effects. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. DOI: 10.1080/10408398.2020.1754756.
  • Krol KM and Grossmann T. 2018. Psychological effects of breastfeeding on children and mothers. Bundesgesundheitsbl. 61: 977-985. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6096620/
  • Sumber gambar: https://freepik.com/
Editor
Editor

Nurbaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on telegram

Baca juga artikel kami yang lain: